Kepala SMAN 8 OKU Enggan Temui Wartawan Transparansi Sekolah Di Pertanyakan

Batu Raja | intelpostnews.com

Sikap Kepala SMA Negeri 8 Ogan Komering Ulu (OKU) yang disebut tidak menemui dua orang jurnalis saat berkunjung ke sekolah tersebut menjadi sorotan.

Kedua jurnalis mengaku kecewa karena telah menunggu sekitar satu jam tanpa mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Kedua jurnalis dari dua media itu mengaku datang untuk pertama kalinya ke SMAN 8 OKU dengan tujuan bersilaturahmi sekaligus membuka komunikasi dan peluang kerja sama dalam penyampaian informasi pendidikan kepada masyarakat

Setibanya di sekolah, keduanya terlebih dahulu menuju pos keamanan. Petugas security kemudian menanyakan maksud kedatangan mereka.

“Mau bertemu siapa, Pak?” tanya petugas keamanan.

Salah seorang media Intel post Newsmenjawab bahwa kedatangannya untuk bertemu kepala sekolah. Petugas keamanan kemudian menyampaikan bahwa kepala sekolah berada di sekolah dan mempersilakan keduanya masuk serta menunggu di ruang yang telah disediakan.

Tak lama kemudian, petugas keamanan kembali dan menyampaikan bahwa kepala sekolah disebut sedang berada di kelas.

“Sebentar ya, Pak. Ibu kepala sekolah sedang di kelas,” ujar petugas tersebut sebagaimana ditirukan jurnalis.

Kedua wartawan kemudian tetap menunggu. Namun, hingga sekitar satu jam berlalu, kepala sekolah tidak kunjung menemui mereka.

Di tengah penantian tersebut, seorang guru datang dan kembali menanyakan maksud kedatangan kedua jurnalis. Setelah mengetahui bahwa mereka ingin bertemu kepala sekolah, guru tersebut meminta keduanya tetap menunggu dan menyampaikan bahwa kepala sekolah telah mengetahui kedatangan mereka.

Karena waktu terus berlalu tanpa adanya pertemuan, salah seorang jurnalis kemudian berinisiatif menuju ruang guru untuk memastikan keberadaan kepala sekolah.

Di lokasi tersebut, jurnalis menanyakan apakah kepala sekolah berada di sekolah. Menurut pengakuan jurnalis, seseorang yang disebutnya sebagai tenaga pendidik menjawab dengan nada ketus.

“Tidak ada. Kalau tidak percaya cari sendiri!” demikian jawaban yang ditirukan jurnalis tersebut.

Merasa tidak mendapatkan kepastian dan menganggap kedatangannya tidak dihargai, kedua jurnalis akhirnya memutuskan meninggalkan sekolah. Sebelum pergi, mereka berpamitan kepada petugas keamanan yang sebelumnya menerima dan menemani mereka selama berada di sekolah.

Minta Klarifikasi Kepala Sekolah

Peristiwa tersebut menimbulkan kekecewaan bagi kedua jurnalis. Mereka mempertanyakan alasan tidak adanya kesempatan bertemu dengan kepala sekolah, terlebih kedatangan mereka disebut hanya untuk bersilaturahmi dan membangun komunikasi.