Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Menyusul ramainya pemberitaan mengenai dugaan pungutan retribusi terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Singaparna, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya menegaskan tidak pernah melakukan pungutan di luar ketentuan resmi yang berlaku.
Baca juga link berita sebelumnya dibawah ini;
Sekretaris Dishubkominfo, Agung, didampingi Kasubag Parkir Safrudin, Kepala UPT Terminal Asep Ilyas, serta Kasubag UPT Terminal Endang, menyatakan pihaknya hanya mengelola retribusi parkir di luar bundaran alun-alun sesuai aturan.
“Kami tidak mengetahui adanya pungutan tersebut. Yang kami khawatirkan justru ada oknum internal maupun eksternal yang mengatasnamakan Dishub atau ada oknum eksternal yang melakukan sejumlah pungutan tersebut dan dianggap oleh para pedagang itu dari Dishub. Retribusi yang kami kelola hanya parkir, dengan tarif Rp2000–3000 sesuai ketentuan, dan itu pun di luar bundaran alun-alun,” ujar Agung, Selasa (14/7/2026).
Langkah Penertiban dan Investigasi
Dishubkominfo berkomitmen segera melakukan investigasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan instansi terkait. Penertiban akan digelar dalam waktu dekat untuk memastikan tidak ada pungutan liar yang membebani PKL.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Koordinasi dengan Satpol-PP sudah dilakukan, dan tindak lanjut akan segera dijalankan,” tegas Agung.
Dalam pemberitaan sebelumnya Sebelumnya, para pedagang menilai pungutan yang diberlakukan memberatkan usaha kecil mereka. Rincian biaya yang disebutkan antara lain:
- Biaya listrik: Rp15.000 per minggu
- Biaya sampah: Rp2.000 per hari
- Biaya lain-lain: Rp5.000 per hari
Jika dikalkulasikan, total beban mencapai Rp64.000 per minggu. Angka ini dianggap signifikan bagi pedagang kecil yang hanya memperoleh keuntungan tipis dari penjualan makanan ringan, minuman, atau mainan anak.
Seorang pedagang mainan mewarnai gambar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Kalau jualan dengan harga umum seperti di tempat lain, untungnya hampir tidak ada karena dipotong biaya-biaya tersebut.” ungkapnya.


















