Jateng | intelpostnews.com
Semarang – Ketika meninjau kesiapan bandara Dewandaru Karimun Jawa beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya, untuk membawa Karimunjawa menjadi destinasi wisata bertarap internasional dengan basis olahraga dan petualangan.
“Destinasi wisata Karimunjawa akan dijual ke dunia internasional,” kata Gubernur Lutfi .
Dikutip dari portal resmi Humas Jateng pada Selasa (29/4/25). Yang mana komitmen tersebut akan diwujudkan melalui gelaran Karimunjawa International Skydiving and Adventure (KISA) pada tahun 2025, event bergengsi itu rencananya akan digelar pada 7–hingga – 11 Mei 2025.
Event KISA tahun 2025 itu nantinya akan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Even tersebut merupakan langkah awal dalam mewujudkan Karimunjawa sebagai destinasi wisata adventure tourism berkelas dunia. Penggelaran event KISA tidak hanya menghadirkan pertunjukan spektakuler terjun payung di atas laut biru Karimunjawa, tetapi juga memperkenalkan beragam olahraga petualangan lain, seperti paramotor, diving, hingga snorkeling.
“Kami ingin menghadirkan satu wadah kegiatan terpadu untuk para pecinta olahraga petualangan. Dan Karimunjawa menawarkan semua yang dibutuhkan,” kata perwakilan penyelenggara KISA, Yasri Yudha Yahya, pada Senin (28/4/2025).
Saat ini, daftar peserta yang terkonfirmasi berasal dari berbagai negara, seperti China, Malaysia, Ukraina, Rusia, India, serta calon peserta dari Korea Selatan yang masih menunggu konfirmasi. Dari Indonesia, ada puluhan peterjun yang akan ikut meramaikan even tersebut.
Menurut Yasri, dunia terjun payung sipil di Indonesia selama ini menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari sulitnya izin, hingga minimnya dukungan pesawat.
Karimunjawa menjadi pilihan ideal karena menawarkan kombinasi unik, yakni bandara aktif, resor kelas dunia, pantai eksotis, serta ekosistem laut yang mempesona.
“Karimunjawa ini sangat eksotis sekali, seperti Maldives versi Indonesia. Lautnya, pulaunya, semua mendukung kegiatan adventure. Ini yang akan jadi nilai jual utama kita,” jelas Yasri.
Selanjutnya Yasri menambahkan, pelaksana’an event tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan komunitas olahraga nasional. Penerjunan akan dilakukan menggunakan pesawat Kodiak 100 dengan kapasitas 13 orang penerjun, dari ketinggian antara 4.000 hingga 13.000 kaki.
Program tersebut menurut Yasri, KISA telah didaftarkan pada kalender event internasional, sehingga terbuka peluang untuk menjadi agenda rutin berskala global.
Kegiatan tersebut nanti juga bisa disaksikan oleh masyarakat umum. Pengunjung bisa menikmati atraksi skydiving di Bandara Dewandaru, dan di beberapa titik pantai Karimunjawa sepanjang event berlangsung.
Event itu diperkirakan akan memicu perputaran ekonomi yang signifikan. Sebab, kegiatan tersebut memperkuat sektor pariwisata, transportasi, hingga ekonomi kreatif lokal di Jepara dan sekitarnya.
“Kami ingin membangun pariwisata berbasis adventure yang tahan terhadap gejolak ekonomi. Karena orang selalu ingin mencari ketenangan dan pengalaman berbeda,” tambah Yasri.
Dia berharap, kegiatan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agung Hariyadi menargetkan kenaikan kunjungan minimal 20 persen dari total kunjungan wisatawan ke Karimunjawa tahun ini. Event KISA diharapkan menunjang target peningkatan wisatawan tersebut.
Diuraikan bahwa, pada 2024, kunjungan wisatawan di Karimunjawa mencapai 77.700 orang wisatawan lokal, dan 7.800 orang wisatawan mancanegara. Dengan momentum event KISA, jumlah itu diproyeksikan melonjak, sehingga memperkuat posisi Karimunjawa di peta sport tourism Indonesia.
“infrastruktur baik bandara Ahmad Yani Semarang maupun Bandara Dewandaru di Karimunjawa, sudah siap menjadi pendukung lonjakan wisatawan di pulau Karimunjawa.” Pungkas agung. (Ss/tim).






