Panipahan, Rokan Hilir – 13 April 2026, Dalam sebuah aksi yang mengguncang seluruh Riau, sekitar 500 warga Panipahan melakukan “Me – Nepal”, aksi mengeruduk dan menggerebek paksa sebuah rumah mewah di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.
Warga yang sudah muak dan tidak lagi percaya pada aparat langsung membobol pagar, mendobrak pintu, dan menyisir habis “Me – Nepal, diduga Rumah Bandar Narkoba” yang selama ini menjadi sarang peredaran narkotika skala besar dan dianggap “kebal hukum”.
Aksi Me – Nepal yang penuh emosi dan ricuh ini langsung menjadi sorotan nasional. Anggota DPR RI Komisi III, Siti Aisyah, langsung melontarkan pernyataan paling keras dan tanpa kompromi:
“Riau bukan darurat narkoba lagi! Riau sudah masuk fase TSUNAMI NARKOBA!”
“Bagaimana mungkin Me – Nepal, diduga Rumah Bandar Narkoba di Panipahan bisa berdiri megah, beroperasi terang-terangan selama ini, sementara Polda Riau seolah buta, tuli, dan lumpuh total? Ini bukan sekadar kegagalan. Ini pengkhianatan negara terhadap rakyat Riau!”
Menurut Siti Aisyah, aksi Me – Nepal ini adalah bukti telak bahwa aparat penegak hukum telah gagal total. Rakyat terpaksa mengambil tindakan sendiri karena merasa ditinggalkan dan dikhianati.
“Ketika rakyat harus melakukan Me – Nepal dan menggerebek sendiri, diduga sarang bandar narkoba, itu artinya negara sudah kalah telak. Polda Riau harus bertanggung jawab penuh atas kekacauan ini!” tegasnya.
Sorotan Tajam dan Konsekuensi Berat bagi Polda Riau:
Siti Aisyah mendesak Kapolri segera melakukan evaluasi total dan konsekuen terhadap seluruh jajaran Polda Riau:
Audit Mendalam dari Kapolda hingga Polsek, Siapa yang tidur dalam tugas? Siapa yang tutup mata? Siapa yang diduga bermain dengan bandar?
Kegagalan Intelijen Memalukan, Rumah mewah di “Nepal” (Didemo), bukan lokasi rahasia. Mengapa harus warga yang turun tangan sendiri?
Hilangnya Kepercayaan Publik Total, Aksi Me – Nepal ini adalah sinyal darurat merah bahwa masyarakat sudah tidak percaya lagi pada polisi dalam memberantas narkoba.
Konsekuensi Nyata & Tanpa Ampun, Mutasi besar-besaran, pemberhentian tidak hormat, pemeriksaan etik, hingga proses pidana bagi oknum yang lalai atau terlibat.
“Kalau Polda Riau tidak mampu menghentikan Tsunami Narkoba ini, DPR RI akan dorong reformasi total dari akar-akarnya. Rakyat sudah muak dengan sandiwara pemberantasan narkoba!” tegas Siti Aisyah.
Me – Nepal, diduga Rumah Bandar Narkoba di Panipahan kini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap banjir narkoba yang telah merusak generasi muda Rokan Hilir. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau belum memberikan keterangan resmi yang memadai atas insiden memalukan tersebut.
Pernyataan Siti Aisyah malam ini menjadi tamparan keras bagi seluruh aparat di Riau:
Berhenti main-main dengan narkoba!
Rakyat sudah bangkit melakukan Me – Nepal. Sekarang giliran negara membuktikan diri.
Rilis ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Anggota DPR RI Komisi III Siti Aisyah dan fakta aksi demonstrasi warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.
Editor: Arjuna Sitepu.













