Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Semenjak viral disejumlah portal media terkait Kondisi gedung kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang kembali menjadi sorotan publik akibat bangunan yang kusam, cat dinding memudar, serta diduga kuat minim perawatan memicu keprihatinan masyarakat sekaligus kritik dari kalangan legislatif. Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Sukmana yang menilai wajah kumuh kantor Disdikbud mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap aset publik yang seharusnya menjadi simbol pengelolaan pendidikan dan kebudayaan.
Dalam pemberitaan yang telah viral sebelumnya, Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, H. Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si., sempat menyatakan telah menyiapkan langkah perbaikan. Dalam konfirmasi melalui telepon WhatsApp pada Selasa (31/3/2026), Wandi menegaskan akan memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk memperbaiki kondisi kantor agar lebih layak dan nyaman bagi pegawai maupun tamu.
“Sejak pertama saya bertugas di sini, kondisi kantor memang sudah seperti ini. Tahun ini kami berencana memanfaatkan pos anggaran yang ada untuk tata kelola lebih baik, termasuk memperbaiki tampilan agar lebih segar,” ujarnya kala itu.
Wandi juga menyebut sejumlah ruangan akan direnovasi agar lebih luas dan fungsional. Ia menargetkan perbaikan fasilitas dasar seperti pengecatan dinding, penataan halaman belakang, hingga renovasi WC yang dijanjikan rampung tahun depan. Rencana penataan selokan depan kantor serta pemangkasan rumput liar di area belakang turut disebut sebagai bagian dari program perbaikan.
Ia memastikan renovasi akan dimulai pada April 2026. “Saat ini kebutuhan sudah dihitung dan masuk RUP. Pengumuman pengadaan tinggal menunggu detail dari bagian umum. Insya Allah bulan depan bisa dimulai,” kata Wandi, seraya menekankan komitmen memaksimalkan anggaran terbatas demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih representatif.
Namun, janji tersebut hingga kini belum terealisasi. Bahkan, ketika beberapa kali dihubungi tim intelpostnews.com sejak beberapa pekan terakhir, Wandi tidak pernah merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp. Sikap bungkam ini menambah kekecewaan publik yang menanti bukti nyata dari komitmen perbaikan.
Fenomena kantor kumuh yang dibiarkan tanpa kepastian renovasi memperlihatkan lemahnya pengelolaan aset publik di sektor pendidikan. Ketidakjelasan sikap Kepala Disdikbud menimbulkan pertanyaan serius mengenai konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga fasilitas yang seharusnya mendukung pelayanan pendidikan dan kebudayaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya terkait keterlambatan realisasi renovasi maupun alasan Kepala Dinas yang enggan memberikan keterangan. Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan janji perbaikan tidak sekadar retorika.


















