Kapolsek Bilah Hilir Diduga Gagal Menindak Mafia BBM di SPBU Negeri Lama

Labuhanbatu |iintelpostnews, com.

Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang terjadi di SPBU Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara belum juga dilakukan penindakan Oleh Polsek Bilih Hilir, kamis (10/09/2026).

Awak media melihat langsung di lapangan dengan adanya laporan para masyarakat permainan kecurangan di SPBU itu para mafia secara terang-terangan melakukan pembelian dengan memodifikasi tangki truck.

Menurut keterangan masyrakat setempat, “sudah cukup lama beroperasi kegiatan tersebut tanpa tersentuh hukum secara logika, mustahil aktivitas sebesar ini bisa berjalan lama tanpa restu, mengindikasikan kuat dugaan adanya aliran dana atau pungli yang diterima pihak kepolisian dari para mafia,” ungkap belau dengan tegas.

Padahal, jarak Polsek Negeri Lama dengan SPBU tidak jauh yang seharusnya bisa mendeteksi pelanggaran sejak dini namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya aktivitas tersebut justru terlihat ‘kebal hukum’ dan terus beroperasi.

Menurut tugas utama Kepolisian adalah melindungi Negara dari kerugian akibat kejahatan. Namun, apa yang terjadi di Wilaya Hukum di Bilah Hilir justru merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tugas dan wewenang.

Oleh karena itu, ia mendesak Pimpinan Pusat hingga Kapolda Sumatera Utara untuk bertindak tegas jika dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi Polri akan semakin runtuh.

Menurut Para pengguna BBM dengan pengantri sagat kecewa “Kami meminta Kapolda Sumut menindak tegas dan mencopot jabatan Kapolres Labuhanbatu dan kapolsek Bilah Hilir sekarang juga, sudah terbukti membiarkan perampokan Negara terjadi di depan mata jika Kapolda diam saja dan tidak bertindak, publik berhak bertanya: ada apa di balik semua ini? Apakah jaringannya sama?”ungkap masyrakat pengantri

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Bilih hilir AKB Armen Faisal belum juga memberikan keterangan atas hal tersebut.Konfirmasi yang dikirimkan belum juga dibalas.( Anas Saragi)