
Palas Intelpostnews
Kenderaan antrian diSPBU ahir-ahir ini bukan lagi jarang terlihat tetapi sudah menjadi barang baru bagi pengguna jalanan. Demi mendapatkan minyak solar atau Pertalite supir rela berjam-jam antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, (SPBU) salah satunya diSPBU Almadar 50 dan PT Prima Putra Agung Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas. 17/07
Kenderaan antrian yang mengular dikedua SPBU bukan lagi diarel sekitarnya, tetapi sudah keluar memakan bahu jalan raya lintas Gunung Tua Sibuhuan, lonjakan kenderaan yang antri, Pemerintah mestinya dapat menyikapinya dengan serius bukan sibuk dengan kegiatan srimonial, diduga penanganan serta tindakan dan kebijakan pemerintah lambat, hampir tiap hari terjadi antrian panjang diSPBU.
Salah satu petugas SPBU yang enggan disebutkan identitasnya saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, salah satu lonjakan kenderaan disini termasuk adanya kuota BBM dikurangi biasanya kami terima 16 ton sekarang 8 ton tentu masyarakat hawatir kelangkaan BBM disini, sedangkan kita pihak SPBU tidak bisa berbuat, berapa dikirim dari pihak depot Pertamina itu yang diterima, tuturnya dengan senyum.
Sementara Arman salah satu supir saat dikonfirmasi Intelpostnews, mengakui mereka tiap hari ikut antrian diSPBU dengan berharap tengki truknya dapat giliran diisi, dan sudah biasa dua sampai tiga jam ikut antrian, paling sedihnya dua lagi giliran minyak habis kata operator dan itu sudah pernah terjadi, ungkapnya.
Masyarakat bertanya bila BBM cukup lalu kenapa pihak Pertamina mengurangi kuota BBM dikedua SPBU diKecamatan Barumun Tengah, pemerintah diharap lebih transparan dalam menyikapi kebutuhan dimasyarakat ditengah gejolak semakin hari makin rumit, bila terus menerus lonjakan kenderaan diSPBU dan sulit memproleh minyak tentu imbasnya juga pada perekonomian. (BS)













