Intelpostnews.com | Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat — Pihak Dapur SPPG 002 Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan klarifikasi terkait beredarnya unggahan di media sosial yang menyoroti kualitas menu dalam program MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Aris selaku Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG 002 Sodonghilir, menanggapi postingan warga yang viral sejak Selasa (17/03/2026) dan memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat.
Aris menjelaskan, menu MBG yang disajikan pada Senin (16/03/2026) telah melalui proses perencanaan dan kesepakatan bersama pihak terkait.
“Menu yang kami sajikan merupakan hasil musyawarah dengan KSPPG, ahli gizi, dan chef, sehingga telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan,” ujarnya, Kamis (19/03/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh bahan baku yang digunakan dalam pengolahan makanan dipastikan dalam kondisi segar. Bahan tersebut dibelanjakan sehari sebelum proses memasak, yakni pada 15 Maret 2026.
Lebih lanjut, Aris memaparkan tahapan produksi makanan di dapur SPPG 002. Persiapan bahan baku dilakukan mulai pukul 19.30 hingga 01.30. Proses memasak berlangsung dari pukul 00.30 sampai 05.30, dilanjutkan tahap pendinginan pada pukul 05.30 hingga 06.30. Setelah itu, makanan dikemas dan didistribusikan kepada penerima manfaat mulai pukul 06.30 hingga 13.30.
Terkait salah satu komponen menu berupa susu, Aris mengakui adanya kendala ketersediaan di pasaran. Menurutnya, stok susu saat ini terbatas dan harga mengalami kenaikan, sehingga pihak dapur melakukan penyesuaian.
“Kami berinisiatif menggunakan susu dengan merek Milku karena menyesuaikan dengan ketersediaan di lapangan,” jelasnya.
Pihak dapur menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan telah dilakukan sesuai prosedur, dengan tetap mengedepankan kualitas dan kelayakan konsumsi. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Meski demikian, Dapur SPPG 002 Sodonghilir menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan program MBG ke depan.
Sementara itu, Camat Sodonghilir sekaligus Satgas MBG, Asep Priyatin Saputra, memastikan pemerintah tidak mengabaikan keluhan masyarakat.
“Masukan dari masyarakat sudah kami sampaikan ke pihak terkait. Intinya, semua keluhan sudah ditangani,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/03/2026).
Satgas MBG Kecamatan Sodonghilir juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhan atau indikasi permasalahan terkait makanan yang diterima.
Laporan dapat disampaikan langsung kepada Satgas maupun melalui jalur berjenjang ke pemerintah desa.
“Kami terbuka terhadap kritik. Semua laporan akan ditindaklanjuti,” tegas Asep.


















