Pemuda Muhammadiyah Dairi Ajak Masyarakat Dairi Cermat Mengakses Dugaan Informasi Hoax Yang Menjatuhkan Citra Wakil Bupati Dairi Terpilih

Dairi | Intelpostnews.com

Sidikalang – Usai Pilkada 2024, Wakil Bupati Dairi terpilih Wahyu Daniel Sagala diterpa isu isu yang diduga sengaja menjatuhkan citra baik, terlihat dari beredarnya berita di media sosial yang menyatakan Wakil Bupati Dairi terpilih melakukan penganiayaan.

Menanggapi hal ini Sekjen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDPM) Dairi M.Ihsan Tinendung, SH, saat ditemui di Sekretariat PDPM Jalan Empat lima nomor 30 B Sidikalang angkat bicara.

Sekjen PD Pemuda Muhammadiyah M.Ihsan Tinendung, SH mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar,
Jumat (18/01/2025).

Imbauan tersebut disampaikan guna menjaga situasi tetap kondusif usai Pilkada Serentak pada 27 November 2024 yang lalu..

Pilkada Dairi telah usai beberapa bulan yang lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi telah resmi mengumumkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dairi terpilih yaitu Vikcner Sinaga dan Wahyu Daniel Sagala nomor urut 5.

“Pada momen ini, ada potensi meningkatnya informasi informasi hoax terkait Pilkada. Terutama karena KPU telah menetapkan pemenang Calon Bupati dan Wakil Bupati Dairi,” ujar Ihsan Tinendung

Ihsan Tinendung menekankan bahwa kemajuan teknologi telah memungkinkan informasi, termasuk yang negatif seperti berita hoax dan ujaran kebencian, menyebar dengan sangat cepat di masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap dugaan berita hoax dalam upaya menjatuhkan reputasi dengan propaganda negatif, seperti berita yang beredar terhadap Wakil Bupati Dairi terpilih Wahyu Daniel Sagala.

“Arus informasi digital semakin masif, baik yang positif maupun negatif. Ini yang harus dicermati,” pesan Ihsan Tinendung.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tentang literasi digital untuk tidak gampang terpengaruh dengan informasi yang menyesatkan.

Selain itu, Ihsan Tinendung menghimbau untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong dan informasi provokatif yang dapat memicu perpecahan di Tanoh Dairi Kekelengen.Karena Bupati dan Wakil Bupati Dairi yang terpilih itulah menjadi Bupati kita bersama.

Ihsan Tinendung juga mengingatkan bahwa penyebaran hoax bisa berujung pada konsekuensi hukum.

“Kita ingin Kabupaten Dairi ini tetap kondusif, kita semua bersaudara,mari kita utamakan gagasan yang cemerlang, jangan biarkan berita hoax memicu provokasi dan memecah persatuan,” tutup Ihsan Tinendung, SH. (AJ)