Pesta Demokrasi dan Stabilitas Pangan: RW 02 Desa Cikunten Gelar Pemilihan Ketua RT/RW Disertai Operasi Pasar Murah

Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Suasana semarak menyelimuti RW 02 Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, saat warga melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Ketua RT dan RW. Tak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin tingkat lokal, kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara masyarakat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog, dan Ormas ARKILYZ. Uniknya, pemilihan ini dirangkaikan dengan Operasi Pasar Murah sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah Tasikmalaya, Sabtu (20/9/2025).

Demokrasi dari Warga, oleh Warga, untuk Warga

Ketua pelaksana kegiatan, Agus Davit, menjelaskan bahwa pemilihan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari edaran Kepala Desa mengenai berakhirnya masa jabatan Ketua RT dan RW. Namun, lebih dari sekadar administratif, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian warga terhadap nilai-nilai demokrasi.

“Pemilihan ini adalah bentuk pembelajaran politik yang sangat penting. Kami melihat partisipasi masyarakat sangat tinggi, mereka ingin pemimpin yang benar-benar hadir dan peduli terhadap keluhan warga. RT dan RW adalah garda terdepan pemerintahan, maka pemimpin yang terpilih harus mampu menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah,” ujar Agus.

Kolaborasi yang Menggerakkan

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga simbol sinergi antara masyarakat dan berbagai lembaga. Dukungan dari para donatur dan Ormas ARKILYZ menjadi kunci sukses pelaksanaan acara. “Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan ARKILYZ yang telah membantu dari sisi tenaga, pikiran, dan materi. Kehadiran pasar murah yang mereka fasilitasi berhasil menarik antusiasme warga untuk datang ke TPS. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi bisa menciptakan dampak besar,” tambah Agus.

Tokoh masyarakat, Ari, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Dengan keterbatasan anggaran, panitia mampu menyelenggarakan pemilihan yang demokratis dan bermanfaat. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa lebih meriah ke depannya dan masyarakat semakin peduli. Operasi pasar sangat membantu kami mendapatkan sembako murah. Kalau bisa, item sembako ditambah dan kegiatan seperti ini digelar lebih sering,” ungkapnya.

Intervensi Pangan yang Bermakna

Didin, perwakilan dari Bulog, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini bukan semata-mata soal perdagangan, tetapi tentang kontribusi sosial. “Kami sangat senang bisa ikut mendorong partisipasi masyarakat melalui pasar pangan murah. Bagi kami, membantu masyarakat jauh lebih berkesan daripada sekadar berdagang. Terima kasih atas undangannya,” ucap Didin.

Sementara itu, Ketua Ormas ARKILYZ DPD Kabupaten Tasikmalaya, Rifki Firdaus, menegaskan bahwa kehadiran Operasi Pangan Murah dalam pemilihan RT/RW adalah strategi untuk meningkatkan partisipasi warga sekaligus memberikan manfaat langsung. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa datang ke TPS bukan hanya soal memilih, tapi juga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Harga yang kami tawarkan berada di bawah HET dan HAP, sehingga benar-benar membantu,” jelas Rifki.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun ritel modern. “Kami ingin keberadaan sekretariat ARKILYZ di RW 02 Desa Cikunten memberikan kontribusi nyata. Kegiatan ini adalah bukti bahwa ormas bisa menjadi mitra strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Demokrasi yang Memberdayakan

Pemilihan Ketua RT dan RW di RW 02 Desa Cikunten bukan hanya soal memilih pemimpin lokal, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana demokrasi bisa berjalan berdampingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

RW 02 telah menunjukkan bahwa pesta demokrasi bisa menjadi lebih dari sekadar pemilihan—ia bisa menjadi ruang harapan, tempat warga menyuarakan aspirasi, dan wadah untuk membangun masa depan yang lebih baik.