Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Muhara yang berlokasi di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, terus berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder pada Daerah Irigasi, yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp2,51 miliar.
Direktur PT Pawestri Bangun Pratama, Yeni, menyampaikan bahwa hingga pertengahan September 2025, progres pekerjaan telah mencapai 30 persen.
“Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan sesuai jadwal. Saat ini kami fokus pada pembangunan tanggul penahan air dan penguatan struktur saluran agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Yeni, Kamis (18/9/2025).
Yeni juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek. Setiap pekerja diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, rompi keselamatan, dan sepatu boot guna meminimalisasi risiko kecelakaan, terutama karena lokasi konstruksi berada di tepi sungai.
Sementara itu, pelaksana lapangan Asep menjelaskan bahwa proyek ini melibatkan sekitar 40 pekerja, termasuk 15 orang warga setempat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja baru.
“Alhamdulillah, progres saat ini sudah sekitar 30 persen. Kami berupaya menjaga ritme kerja agar target 120 hari kalender bisa tercapai. Selain itu, kami juga mengutamakan kualitas pekerjaan, mulai dari pengawasan bahan hingga metode pengerjaan agar hasilnya sesuai spesifikasi teknis,” jelas Asep.
Setiap hari, para pekerja fokus pada pembangunan tanggul penahan air, penguatan struktur saluran, serta perapihan jalur irigasi. Asep berharap, setelah proyek selesai, saluran air akan lebih lancar dan mampu memenuhi kebutuhan irigasi para petani di Sukaratu dan sekitarnya.
“Harapan kami, ketika proyek ini selesai nanti, hasil panen masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaksana, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran proyek.
“Kami mohon doa restu agar pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu, lancar, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi para petani,” tutupnya.

















