Intelpostnews.com | Kota Tasikmalaya, Jawa Barat — Waktu boleh berlalu, jarak boleh memisahkan, namun ikatan persaudaraan alumni SMPN 1 Cisayong angkatan 1983 tetap terjaga. Hal tersebut terasa kuat saat mereka kembali berkumpul dalam kegiatan rutin bulanan yang kali ini digelar di rumah Bapak Asep Saepulloh, Jalan Sukasari, Kelurahan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/12/2025).
Sejak awal pertemuan, suasana hangat langsung menyelimuti halaman rumah. Saling sapa, pelukan, serta senyum tulus mengiringi langkah para alumni yang datang satu per satu. Bagi mereka, pertemuan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan ruang untuk pulang , pulang pada kenangan masa sekolah dan rasa kekeluargaan yang tak pernah pudar.
Kegiatan diisi dengan pengajian dan tausiyah dari ustadz yang mengajak seluruh alumni untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, serta mensyukuri nikmat silaturahmi. Kata demi kata tausiyah disimak dengan khidmat, menghadirkan keteduhan dan perenungan di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.
Suasana menjadi semakin haru ketika doa bersama dipanjatkan untuk para alumni yang telah berpulang. Dalam hening dan lirihnya doa, kenangan akan sahabat-sahabat lama kembali hadir. Beberapa wajah tampak menunduk lebih dalam, menahan rindu dan kehilangan, namun tetap saling menguatkan dengan keikhlasan.
Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Aje, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kerinduan untuk terus menjaga ikatan batin antar alumni, bukan hanya sebagai teman lama, tetapi sebagai satu keluarga besar.
“Kami sadar, usia terus bertambah dan perjalanan hidup membawa kami ke jalan masing-masing. Namun melalui pengajian, tausiyah, dan doa bersama untuk teman-teman yang telah mendahului, kami ingin persaudaraan ini tetap hidup dan bermakna,” ujar Bapak Aje.

Ia menambahkan, pengajian yang digelar secara bergilir dari rumah ke rumah memberikan makna tersendiri bagi para alumni. “Saat kami duduk bersama di rumah salah satu alumni, rasa kebersamaan itu terasa lebih dekat. Kami saling menguatkan, saling mendoakan, dan merasa tidak sendiri dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Di sela kegiatan, santunan anak yatim diserahkan dengan penuh kehangatan. Senyum tulus anak-anak yang menerima santunan menjadi pengingat bahwa kebersamaan ini tak hanya membawa kebahagiaan bagi alumni, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi sesama.
Pertemuan pun ditutup dengan ramah tamah sederhana. Tawa kecil, obrolan ringan, serta janji untuk kembali bertemu mengiringi perpisahan. Di balik langkah yang beranjak pulang, tersimpan harapan agar silaturahmi ini terus terjaga, menjadi sumber kekuatan, dan mengalirkan doa-doa kebaikan bagi semua.


















