Bersumber Dari DD Tahap Dua Tahun 2026, Pemdes Sirnaraja Kecamatan Cigalontang Bangun Joging Track Lapangan Bola dan Perbaiki Jalan Secara Gotong Royong

Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Ratusan warga Desa Sirnaraja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, dari berbagai kedusunan, turun langsung bergotong royong membangun joging track di lapangan sepakbola Kampung Bajurambeng RT 02 RW 02, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat dalam mengelola pembangunan desa secara swakelola, sekaligus memperlihatkan bagaimana Dana Desa dapat dimanfaatkan secara transparan dan partisipatif.

Kepala Desa Sirnaraja, Asep Yuyun, yang ikut serta dalam kerja bakti tersebut, menyampaikan bahwa pembangunan joging track ini bersumber dari Dana Desa tahap ke-2 tahun 2026 dengan nilai anggaran Rp 84.623.200,-. Adapun volume pekerjaan mencapai panjang 164 meter dengan lebar 3,3 meter.

“Alhamdulillah hari ini kami dari Pemerintah Desa Sirnaraja bersama masyarakat melaksanakan pembangunan joging track lapangan sepakbola. Hal ini bertujuan sebagai wujud swakelola masyarakat,” ujar Asep.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Desa Sirnaraja, Apep, menambahkan bahwa selain pembangunan joging track, masyarakat juga melakukan perbaikan jalan berlubang di sepanjang jalan desa Sirnaraja dengan anggaran Rp 25.000.000,-. Adapun material yang digunakan untuk perbaiki jalan tersebut menggunakan adukan cor. Ia menegaskan bahwa pola gotong royong dipilih agar anggaran HOK (Hari Orang Kerja) dapat terserap langsung untuk masyarakat.

“Kenapa digotong royongkan, tujuannya agar anggaran HOK bisa terserap untuk masyarakat,” jelas Apep.

Makna Gotong Royong dalam Pembangunan Desa

Pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga baru, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan partisipasi warga dalam pembangunan desa. Joging track yang dibangun di lapangan sepakbola Bajurambeng diharapkan menjadi sarana olahraga yang inklusif, dapat digunakan oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat memiliki ruang sehat untuk beraktivitas, sekaligus mempererat interaksi sosial antarwarga.

Gotong royong yang ditunjukkan warga Sirnaraja menjadi teladan bahwa pembangunan fisik dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Model swakelola ini menegaskan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa memiliki, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.

Transparansi Dana Desa

Penggunaan Dana Desa tahap ke-2 tahun 2026 yang dialokasikan untuk pembangunan joging track dan perbaikan jalan menunjukkan komitmen pemerintah desa terhadap transparansi anggaran. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, dana yang digelontorkan tidak hanya menghasilkan output fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan HOK. Hal ini menjadi contoh bagaimana Dana Desa dapat dikelola secara efektif untuk kepentingan bersama.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain manfaat kesehatan dan olahraga, pembangunan ini juga berdampak pada ekonomi lokal. Dengan sistem gotong royong, masyarakat yang terlibat memperoleh penghasilan dari HOK, sementara desa mendapatkan fasilitas yang lebih baik tanpa harus mengandalkan kontraktor luar. Pola ini memperkuat ekonomi desa, mengurangi ketergantungan, dan menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat dalam mengelola pembangunan.

Semangat warga Sirnaraja dalam bergotong royong membangun joging track dan memperbaiki jalan desa menjadi cermin bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berakar pada partisipasi masyarakat. Ketika warga merasa dilibatkan, hasil pembangunan tidak hanya berupa fisik semata, tetapi juga tumbuhnya kepercayaan, kebanggaan, dan solidaritas sosial.

Penulis: Chandra Foetra S.