IntelPostNews.com | Tasikmalaya, Jawa Barat,- Diduga karena unsur politik menjelang pemilihan Depala Daerah serentak tahun 2024 nanti, Bupati Tasikmalaya memanfaatkan sebuah moment acara kegiatan untuk mulai mempromosikan dirinya untuk maju lagi sebagai calon Bupati Kabupaten Tasikmalaya priode 2024-2029 mendatang. Salah satunya saat memberikan sambutan pidato dalam acara Kemah Bakti seluruh Kepala Desa beserta Perangkat Desa se-Kabupaten Tasikmalaya yang meliputi kurang lebih 2000 peserta yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022 sampai dengan Minggu, 16 Oktober 2022 di tempat Wisata Karaha Bodas yang berlokasi di Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto mengucapkan kalimat yang diduga untuk kepentingan politik dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Kabupaten Tasikmalaya ditahun 2024 mendatang, namun ada beberapa kalimat Bupati Ade yang menjadi sorotan serta menuai konflik ketersinggungan seluruh Kepala Desa yang mendengar serta melihat secara langsung di acara tersebut, pasalnya, ucapan Bupati Ade tersebut mengatakan “Masa Bodok teu dipilih ku kuwu-kuwu oge, (Masa Bodok nggak dipilih oleh Kades-Kades juga) karena Kuwu/Kades hanya satu orang satu Desa, tapi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ada 14 (Empat Belas) orang setiap satu Desanya”.
Dalam video yang berhasil direkam oleh salah satu penonton sekaligus peserta acara yang berhasil di Terima oleh tim intelpostnews.com dari salah satu Kepala Desa yang enggan untuk dipublikasikan namanya melalui pesan whatsapp dengan durasi selama 2 menit 50 detik (Senin, 17 Oktober 2022), Bupati Kabupaten Tasikmalaya H. Ade Sugianto melontarkan kalimat tersebut diatas yang terkesan memojokan serta tidak mengharapkan dukungan dari para Kuwu/Kades untuk pemilihan Calon Bupati 2024 mendatang dan lebih membanggakan atau mengharapkan dukungan dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki anggota sebanyak 14 (Empat Belas) orang per-Desanya ketimbang Kuwu/Kades yang hanya 1 (Satu) orang per-Desanya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Tasikmalaya Giri sekaligus Kepala Desa Sukaresik Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya mewakili seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Tasikmalaya yang meliputi sebanyak 39 Kecamatan dan 351 Desa saat dikonfirmasi melalui telpon whatsapp miliknya yang berhasil direkam oleh tim intelpostnews.com , (Selasa, 18 Oktober 2022) mengatakan, pihaknya merasa kecewa mendengar bahkan menyaksikan secara langsung ucapan Bupati Tasikmalaya tersebut, maka dalam hal itu pihaknya akan menggelar rapat internal bersama seluruh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) APDESI untuk membahas hal tersebut, namun disisi lain, Giri pun berharap ucapan Bupati Ade Sugianto tersebut tidak menjadi suatu permasalahan dan bisa segera diklarifikasi, namun dirinya merasa kecewa terhadap Ketua PPDI Kabupaten Tasikmalaya yang tidak memberikan kesempatan untuk memberi sambutan dalam acara untuk menjelaskan ucapan Bupati tersebut dihadapkan seluruh Kepala Desa yang hadir di acara.
“Jujur saya sangat menyayangkan sekali ucapan Pak Bupati tersebut yang terkesan memojokan para Kuwu dan lebih membanggakan serta mengharapkan dukungan dari PPDI, kalau mengacu pada statment yang berdurasi pendek dalam video, tapi kalau kita dengarkan seluruh pidatonya mungkin bisa beda mengartikannya lagi, oleh karena itu hari ini mungkin saya akan menggelar rapat internal bersama seluruh Ketua DPK APDESI sebelum saya memberikan statment nanti, tapi jujur saya juga sangat kecewa sama PPDI Kabupaten Tasikmalaya yang tidak memberikan kesempatan saya bicara pada saat diacara, kalau saya diberi kesempatan bicara dan menjelaskan hal tersebut dihadapan seluruh Kepala Desa, mungkin masalah ini sudah selesai, tapi karena tidak diberi kesempatan, ya bagaimana lagi Pak, nama setiap orang kan bisa berbeda pendapat dalam menyikapi ucapan Pak Bupati tersebut”, ucapnya.
Diwaktu yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPC PPDI) Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Desa Sirnaputra Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Nanang Sarupudin, SM atau yang lebih akrab dengan panggilan Bunk Ahong saat dikonfirmasi oleh tim intelpostnews.com diruang Kepala Desa Sirnaputra (Selasa, 18 Oktober 2022) mengatakan, dirinya sedikit sangat menyayangkan dengan adanya kalimat yang diucapkan oleh Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto yang mengatakan masak bodok tidak dipilih oleh Kuwu/Kades yang hanya 1 orang satu Desa karena masih ada PPDI yang memiliki anggota 14 orang setiap Desanya, namun Nanang pun berharap hal tersebut tidak menuai konflik atau permasalahan antara APDESI dan PPDI Kabupaten Tasikmalaya jika dicermati lagi seluruh ucapan atau pidato Bupati dari awal sampai akhir dengan Kepala dingin tanpa berpatokan kepada ucapan dalam video berdurasi pendek tersebut.
“Jujur saya pun memang sedikit sangat menyayangkan ucapan Pak Bupati tersebut apalagi posisi saya bersama Ketua APDESI Kabupaten Tasikmalaya pun ada ditempat acara, namun kalau menurut saya pribadi, jika saya cermati lagi ucapan tersebut hanya perumpaan Pak Bupati jika menjadi saya, tapi mungkin di pandangan yang lain terutama para Kuwu/Kades bisa diartikan lain dan membuat ketersinggungan, saya berharap hal ini tidak menjadi konflik permasalahan khususnya antara APDESI dan PPDI Kabupaten Tasikmalaya, jika kita mencermati kembali dengan Kepala dingin seluruh ucapan pidato Bupati tersebut, tapi jika mengacu kepada ucapan Pak Bupati yang ada didalam video yang berdurasi pendek itu mungkin bisa berbeda pengertian”, ucapnya.
Sebelumnya pemberitaan ini diterbitkan, tim intelpostnews.com sudah melakukan wawancara langsung bersama Bupati Kabupaten Tasikmalaya H. Ade Sugianto pada saat sebelum acara Rapat Pembinaan Kecamatan di Pandopo Pemda Kabupaten Tasikmalaya, (Selasa, 18 Oktober 2022). Saat dikonfirmasi oleh tim intelpostnews.com, Bupati Ade mengatakan jika hal itu hanya sekedar becanda atau guyonan semata, namun karena ada yang memvideokan nya dengan durasi pendek akhirnya menjadi salah arti, disaat dikonfirmasi terkait adanya rencana seluruh Kepala Desa bersama Perangkatnya mau menggelar audiens terkait meminta pertanggungjawaban ucapan dirinya tersebut pada hari Kamis, 20 Oktober 2022 mendatang, Bupati Ade mengatakan jika hal itu bukan keinginan para Kepala Desa dan memang sengaja diundang dirinya untuk mengklarifikasi hal tersebut.
“Oh Jangan dulu kalau masalah itu, takut menjadi sensitif dan salah persepsi, itu kan gini, itu kan saya hanya becanda atau gurauan saja, mungkin karena di upload nya sepotong jadi salah arti, nanti sajalah nunggu sampai hari Kamis saja, itu saya yang mengundang seluruh Kepala Desa sengaja, jadi kan gini, saya kan biasa suka becanda, seperti contohnya lebih baik saya didiemin sama istri daripada sama Kepala Dinas, tapi bukan berarti didiemin bener, udah tunggu saja nanti ya”, singkatnya. (Bersambung).









