
Palas Intelpostnews com
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak belakangan ini sudah menjadi hal lumrah sehingga sebagian masyarakat menilai ini termasuk salah satu kelalaian pemerintah dan tidak melihat kurangnya keberpihakan kebutuhan disektor usaha yang dijalan masyarakat setiap hari antrian yang panjang dialami warga berjam-jam menunggu giliran mengisi tengki kenderaan menjadi pemandangan indah untuk pejabat. DiSPBU 14227343 Desa Unterudang Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas sejumlah kenderaan mengular menunggu antrian untuk mengisi tengki kenderaan baik roda enam,empat dan roda dua. Dengan harapan tengki kenderaan bisa diisi minyak jenis pertalay dan solar. 06/06
Petugas SPBU saat dikonfirmasi Media Intelpostnews, membenarkan adanya pengurangan jatah biasanya 12 ton sekarang 8 ton , Pendistribusian juga gak tentu. Tuturnya dgn senyum.Dilain tempat Imran salah satu supir saat dikonfirmasi Media ini, menjelaskan ikut antrian untuk mengisi minyak pertalay menunggu giliran lebih dari satu jam, saya berharap pemerintah khususnya Bupati Padang Lawas bisa membuat kebijakan, minyak ini sekarang sudah sama dengan beras, kalau tidak ada usaha akan putus, saya didesa melangsir sawit dikampung gak ada pengecer, kalau Pertamax itu 15 seliter, jadi gak sesuai dengan pekerjaan , saya dikampung pak butuh kasar sehari hari kerjanya gak tentu kadang langsir sawit kadang membersihkan lahan pakai mesin rumput. Tuturnya dengan cemas.
Pantauan Intelpostnews SPBU Almadar, Hutalombang dan Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas terlihat lenggang akibat kekosongan bahan bakar minyak jenis solar dan pertalay. Pengawasan pihak aparat penegak hukum dan Pertamina diharapkan tidak srimonial. Ketentuan yang dibuat pihak Pertamina termasuk pemakaian Barcode BBM tepat sasaran harusnya bisa jadi optimal bukan pengurangan pendistribusian.(BS)












