Jateng | intelpostnews.com
Semarang – Dalam mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional ribuan personel gabungan Polda Jawa Tengah (Jateng) dan Polrestabes Semarang dikerahkan, Kamis (1/5/25). Para petugas pengamanan tersebut difokuskan pada tiga titik utama, yaitu Kantor Gubernur Jateng, Balai Kota Semarang, dan Mapolda Jateng.
Ditegaskanya oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi bahwa seluruh personel dilarang membawa senjata api dalam pengamanan.
“Kepada seluruh anggota Polri yang melakukan tugas pengamanan untuk tidak membawa senjata api. Dalam memastikan hal itu Propam akan langsung melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Selanjutnya Kombes Pol Syahduddi menekankan, seluruh personel wajib menjalankan tugas dengan pendekatan humanis, persuasif, dan dilarang bersikap arogan dan jangan terpancing oleh provokasi. Aksi unjuk rasa ini harus dipahami sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang sah dan dilindungi undang-undang.
“Pengamanan harus dilakukan secara persuasif dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Peserta aksi adalah saudara kita yang harus dilayani dan dilindungi,” imbuhnya.
Kemudian ia juga mengingatkan seluruh tindakan di lapangan harus mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Maka dari itu pendekatan berjenjang berdasarkan tingkat eskalasi harus menjadi pedoman utama di bawah kendali penuh oleh pimpinan pasukan.
Pada waktu yang sama, Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Artanto mengimbau kepada seluruh elemen buruh agar menyampaikan pendapat secara tertib, damai, dan bermartabat.
Menurut Artanto, menyuarakan aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara, tetapi harus dilakukan tanpa melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
“Dalam pelaksanaan may day hari buruh ini, kami mengajak semua pihak untuk mengedepankan etika dalam berdemonstrasi. Hindari tindakan provokatif dan anarkis. Suarakan pendapat secara elegan dan bertanggung jawab,” kata Artanto singkat.
Sementara dari hasil informasi jaringan media bahwa. Aksi demo dalam rangka Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025 di Jakarta dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Kurang lebih sekitar 200 ribuan buruh ikut serta menyuarakan enam tuntutan utama. Antara lain penghapusan outsourcing, pembentukan Satgas PHK dan pemberantasan korupsi lewat RUU Perampasan Aset. (Ss/Wwn).












