Labuhanbatu | intelpostnews,com.
Unjuk rasa yang terjadi di Desa Sei Tawar Dusun 2 PT Meranti Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yang beraksi emak- emak pemberani, emak Dusun 1, emak Dusun 2, juga emak Dusun 4, sekira 150 jiwa bergabung menjadi satu kelompok menuju rumah yang diduga bandar narkoba beranisil saudara YB di Dusun 2 PT.Meranti daerah tangkahan, sekira pukul 16,30Wib, Selasa, 12/5/2026.
Harapan emak- emak, kepada Kapolda dan Kapolres juga Kapolsek Panai Hilir,” Tolong Desa kami pak maraknya narkoba ini, anak dan harta kami menjadi korban sehingga kami sangat resa dengan keadaan seperti ini, kebun kelapa sawit kami pun selalu gagal panen akibat maraknya narkoba, tolonglah pak bantu kami hentikanlah peredaran narkoba di Desa kami, kami mohon pak, kuangkat sepuluh jari sebelas dengan kepala,” Ungkap emak- emak suara nada merintih.
Unjuk rasa ini sempat juga ada perlawanan di sekitar halaman rumah yang diduga pengedaran narkoba beranisil YB di daerah tangkahan, hampir ricuh emak – emak berhadapan dengan keluarga beranisil YB, ada yang membawa parang dan juga membawa egrek,sedangkan emak- emak itu hanya membawa kartun berisi tulisan untung saja unjuk rasa tersebut bisa terkendali dan tidak sempat terjadi apa- apa.
Tidak lama kemudian datanglah Kepala Desa Sei Tawar berserta anggota Polsek Panai Hilir, meredam emak- emak yang berunjuk rasa, dan emak – emak meminta kepada kepolisian Panai Hilir agar segera memeriksa rumah saudara YB dan pihak kepolisian mengabulkan permintaan tersebut tapi hanya dua orang yang sebagai perwakilan masyarakat menyaksikan, setelah pemeriksaan selesai dan tidak terbukti dugaan itu maka Kepala Desa
memberi pencerahan dan pengarahan,” untuk memastikan bahwasanya dirumah saudara YB tidak di temukan barang bukti narkoba dan disaksikan dengan kedua warga, maka harapan saya walaupun di curigai atau mencurigai siapapun orangnya laporkan saja jangan bikin anarkis, jadi kalau dilaporkan polisi tidak repot seperti ini kita takutkan nanti antara kawan sama kawan bentrok Negara kita Negara Hukum bukan main Hakim sendiri ,” Ucap beliau dengan nada kesal.
Setelah penggeledahan rumah selesai dan tidak di temukan barang bukti emak- emak meminta perlindungan kepada polisi salah satunya Kanit intel,” seandainya ada yang terjadi pak bukan diduga- duga kami meminta perlindungan kalau ada yang dendam kepada kami,” Ungkap emak- emak.
Kanit Intel menjawab ,” jangan takut bu Negara kita Negara hukum, saya pun berkerja untuk masyarakat dan masyarakat ini pun sebelum ada buktinya tidak boleh bertidak semena- mena,” Ungkap beliau dengan tegas .
Unjuk rasa pun yang begitu ramai aman terkendali dan dapat diredam sehingga tidak ada kerugian pisik dan material.( Sfi)













