Dinas Dikjar Kabupaten Simalungun, Diduga Meregroupping Sekolah Dasar Negeri Asal-Asalan.

Simalungun | Intelpostnews.com

Penggabungan sekolah dasar atau yang dikenal dengan Regroupping SD merupakan tindakan menyatukan dua atau lebih sekolah dasar menjadi satu lembaga pendidikan dengan satu pengelolaan,yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi layanan pendidikan serta meningkatkan kwalitas pembelajaran.

Tetapi lain halnya dengan penggabungan (Regroupping) sekolah dasar yang dilakukan dinas Dikjar Kabupaten Simalungun yang menjadi pembicaraan masyarakat kabupaten Simalungun umumnya dan kepala-kepala sekolah khususnya.Terkesan penggabungan (Regroupping) sekolah dasar dilakukan secara asal-asalan oleh dinas Dikjar Kabupaten Simalungun.

Sebagai contoh misalnya, penggabungan (Regroupping) sekolah dasar 094136 Sait Buntu dengan sekolah dasar 091434 Sait Buntu Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun yang terletak dalam satu hamparan.

Dari konfirmasi Intelpos News kepada Florensia Butar-butar (50 tahun )yang sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah SD 094136 ketika ditanya dasarnya diadakan penggabungan (Regroupping), dengan tegas mengatakan tidak tahu.Menurutnya, disekitar bulan September 2024 Florensia Butar-butar diundang rapat dinas ke kantor Dikjar Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya.Dari hasil rapat, bahwa Dikjar Kabupaten Simalungun memutuskan bahwa sekolah dasar 094136 Sait Buntu adalah sebagai sekolah induk.Tetapi seminggu kemudian,keluar pemberitahuan bahwa sebagai sekolah induk adalah sekolah dasar 091434 Sait Buntu, sekaligus menghunjuk Dongmatio Sitio (55 tahun)sebagai Pelaksana Tugas kepala sekolah induk yang sebelumnya sebagai guru agama Kristen.

Senada Dongmatio Sitio,ketika ditanya Surat Keputusan dari Dikjar Kabupaten Simalungun yang menetapkan sekolah dasar 091434 Sait Buntu sebagai sekolah induk, mengatakan bahwa sampai sekarang Surat Keputusan itu belum ada.Dan ia juga tidak tahu apa dasarnya sekolah dasar tersebut digabungkan (Regroupping). Dongmatio Sitio juga mengakui dirinya belum layak menjadi kepala sekolah, mengingat bahwa dirinya belum memenuhi persyaratan untuk menjadi kepala sekolah, seperti misalnya belum pernah mengikuti sertifikasi Cakep (Calon kepala sekolah)dan juga belum bersertifikat sebagai guru penggerak sebagai persyaratan menduduki jabatan kepala sekolah.

Yang lebih mengherankan,Surat Keputusan Penggabungan (Regroupping) belum terbit, tetapi realisasi Dana Bos Tahun Anggaran 2025 telah tersalur ke SD 091434 Sait Buntu sebanyak 324 orang yang terdiri dari 153 orang murid SD 094136 dan 171 orang murid SD 091434.

Poniati, Bendahara Bos Sekolah Dasar 091434 membenarkan bahwa Dana Bos Tahun Anggaran 2025 sudah masuk ke rekening sekolah SD 091434, dan sudah disalurkan sesuai peruntukannya.Dimana SD 094136 sudah diberi ATK,Sapu lidi pembersih halaman sekolah,serta foto Bupati dan foto Wakil Bupati Simalungun.Sayangnya, Bendahara Bos SD induk dimaksud tidak dapat memberikan rincian berapa besaran dana Bos yang sudah diserahkan ke SD 094136.Karena menurutnya SD 094136 tidak berhak menerima dana Bos sejumlah muridnya, karena sudah digabungkan (Regroupping).

Dari pantauan Intelpos News dilapangan,jika dibandingkan keberadaan SD 091434 dengan SD 094136 yang layak menjadi sekolah induk adalah SD 094136 mengingat bahwa Sarana dan Prasarana sekolah, keberadaan sekolah,jauh lebih baik SD 094136 dibanding SD 091434.Demikian juga halnya dengan yang menjabat sebagai kepala sekolah, sudah selayaknya Florensia Butar-butar Sebagai kepala sekolah induk, mengingat persyaratan sebagai kepala sekolah, semua sudah cukup padanya.Baik dari segi pendidikan dasar yang S2,guru penggerak,dan mempunyai sertifikat Cakep (Calon Kepala).

Dari semua guru -guru yang bertugas di SD 091434 Sait Buntu dan SD 094136 Sait Buntu, berharap kalau bisa ke dua SD tersebut janganlah digabungkan (Regroupping), dengan alasan karena muridnya juga masih banyak.Bagaimana kelanjutan Penggabungan (Regroupping ) yang dilakukan Dikjar Kabupaten Simalungun yang Diduga Asal-asalan ini Intelpos News ikuti terus perkembangannya.(R1/UM).