Suka Duka Di Balik Kebersihan Kecamatan Sungai Lilin Muba, Petugas DLH Tak Kenal Lelah Kerja Hujan Panas Sampai Subuh.

Musi Banyuasin | Intelpostnews.com.

Sungai Lilin- Menjaga kebersihan lingkungan bukanlah tugas yang mudah, di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dedikasi para petugas kebersihan di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebersihan, Persampahan, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terus ditunjukkan demi kenyamanan masyarakat.

Meskipun volume sampah kian hari kian bertambah dan pekerjaan seringkali harus dilakukan di tengah guyuran hujan deras, namun semangat mereka tidak pernah surut.

Dengan di pimpin langsung oleh Kepala UPTD Kebersihan Persampahan dan TPA, Taufik SH, tim yang terdiri dari 4 personil dan di tambah 1 sopir ini bahu-membahu menanggulangi tumpukan sampah, bahkan tak jarang, Taufik sendiri turun tangan langsung ke lapangan untuk membantu mengangkut sampah demi memastikan wilayah tetap bersih, mereka bekerja bergantian, Siang hingga Subuh.

Dalam keterangannya kepada awak media, Taufik mengakui bahwa tantangan terbesar adalah volume sampah yang terus meningkat, Namun, hal itu dianggap sebagai bagian dari tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan, ” Yang namanya sampah, semangkin hari semangkin bertambah, bukan berkurang, Karena ini merupakan tugas menjadi kewajiban, kami terus berjuang mengangkut dan membersihkannya demi tetap terjaga keindahan Kecamatan Sungai Lilin. ” Ujar Taufik.

Sementara untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang kadang membludak, sistem kerja dibagi menjadi dua tim operasional dengan dua unit armada truk, Tim Siang yang bertugas mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, Dan Tim Malam yang bertugas mulai pukul 18.30 WIB hingga dini hari atau bahkan subuh, tergantung kondisi.” Jelasnya.

“Jika sampah sedang membludak, kami terpaksa lembur, Bukan berarti sampah dibiarkan menumpuk, tapi kondisinya memang sedang banyak, Masyarakat Kecamatan Sungai Lilin pun rata-rata sudah memaklumi hal ini. ” Bebernya.

Dalam ungkapannya di sampaikan oleh Taufik, “Kendala Jalan Licin dan Personil Terbatas, yang mana di balik hasil yang terlihat bersih, terdapat berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, Salah satu masalah terbesar adalah akses jalan menuju TPA Jalan Gas yang masih berupa jalan tanah, kesulitan di saat hujan turun, jalan menjadi sangat licin sehingga sering membuat mobil truk pengangkut sampah terjebak atau macet (terpater). “Katanya.

Selain kendala alam, keterbatasan personil juga menjadi tantangan, “Bahkan saat ada dua personil yang sakit, demi pekerjaan tidak terhambat, saya sendiri ikut turun mengangkut sampah bersama tim sampai selesai. ” Ungkap Taufik dengan penuh dedikasi.

Apresiasi masyarakat kecamatan Sungai Lilin mendorong berikan dukungan semangat, ” Keringat dan kerja keras para petugas ini ternyata tidak sia-sia, Hal ini terlihat dari respon positif dan apresiasi yang diberikan oleh warga Kecamatan Sungai Lilin yang mengaku sangat berterima kasih dan menghargai pengorbanan para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu, “Kami sangat menghargai perjuangan mereka, Kami mengerti jika kadang sampah terlihat menumpuk, itu karena volumenya yang tiba-tiba banyak sehingga petugas kewalahan, bukan karena dibiarkan, Kami tahu mereka terus bekerja sampai selesai. ” Ungkap salah satu warga.

Dengan semangat gotong royong dan pengertian dari seluruh elemen, upaya menjaga kebersihan di Sungai Lilin terus berjalan meski penuh suka dan duka.


(Tim RKT)