Intelpostnews.com | Kabupaten Tasikmalaya,Jawa Barat – Program Irigasi Perpompaan (Irpom) Pasanggrahan Yayasan Wakaf Pusaka Sukapura (YWPS) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi salah satu upaya membantu petani menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama di tengah kondisi kemarau.
Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan anggaran sebesar Rp155,7 juta tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Pasanggrahan YWPS. Pelaksanaan program kini telah dinyatakan selesai 100 persen.
Wawan selaku Ketua Kelompok Tani Pasanggrahan YWPS menyampaikan bahwa keberadaan program Irpom sangat membantu kelompok tani, khususnya dalam mengatasi persoalan air yang selama ini menjadi kendala ketika memasuki musim kemarau.
Menurut Wawan, kondisi kemarau membuat kebutuhan terhadap air untuk pertanian semakin meningkat. Karena itu, hadirnya sarana irigasi perpompaan dinilai tepat karena dapat membantu menyediakan dan menyalurkan air untuk kebutuhan lahan pertanian.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan program Irigasi Perpompaan ini kepada kelompok kami. Saat ini sedang musim kemarau, sehingga bantuan ini sangat terasa manfaatnya. Keluhan petani mengenai kesulitan mendapatkan air dapat terbantu dengan adanya Irpom ini,” ujar Wawan.Jumat (21/08/2026).
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani serta dijaga bersama agar tetap berfungsi dalam memenuhi kebutuhan pengairan pertanian.
Sementara itu, Imron Rosadi selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan Irpom dilaksanakan dengan sistem swakelola dan melibatkan kelompok dalam proses pelaksanaannya.
Imron mengatakan, pembangunan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan dengan tujuan utama menyediakan sarana pengairan yang dapat dimanfaatkan petani, terutama ketika pasokan air dari hujan mulai berkurang.
“Kami sebagai pelaksana mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas program yang telah diberikan. Pembangunan sudah dilaksanakan sampai 100 persen. Harapan kami, sarana ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani dan membantu petani ketika musim kemarau seperti sekarang,” kata Imron.
Menurutnya, keberadaan Irpom tidak hanya dilihat dari selesainya pembangunan fisik, tetapi yang paling penting adalah manfaatnya bagi petani. Dengan tersedianya sarana perpompaan dan jaringan pendukung, kelompok tani memiliki alternatif sumber pengairan untuk menunjang aktivitas pertanian.
Dokumentasi pelaksanaan menunjukkan sejumlah fasilitas Irpom telah selesai dibangun, mulai dari konstruksi bangunan, jaringan perpipaan hingga bangunan pendukung. Infrastruktur tersebut berada di wilayah Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
Bagi Kelompok Tani Pasanggrahan YWPS, program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani. Terlebih, kondisi kemarau membuat persoalan air menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian.
Wawan dan Imron berharap fasilitas tersebut dapat dipelihara secara bersama-sama sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan pada musim kemarau tahun ini, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung pertanian masyarakat dalam jangka panjang.

















