
Palas Intelpostnews.
Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk penentu berjalannya roda perekonomian, bila minyak langka aktivitas masyarakat akan terhenti, putusnya pasokan BBM dari Sibolga akibat bencana alam membuat BBM langka disejumlah SPBU dan tidak tanggung – tanggung merangkak naik harga minyak dipengecer mulai Rp Rp 25000-Rp 40000 perliter dan hingga saat ini kebijakan Pemerintah Daerah belum menentukan Harga Eceran Tertinggi dimasyarakat.
Tingginya harga minyak dipengecer, membuat truk mengular lebih dua kilo meter diSPBU Putra Agung Unterudang Binanga Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas, warga rela antri berjam-jam menunggu Bahan Bakar Minyak diSPBU, bila mana berkelanjutan kelangkaan BBM dihawatirkan ekonomi masyarakat dikabupaten Padang Lawas akan lumpuh dan anjlok. Sesuai yang disampaikan Irfan Hasibuan pada media ini saat antri diSPBU Putra Agung Unterudang, 02/12. Beliau rela menunggu karna truk tengkinya sudah kosong dan infonya BBM masuk diSPBU ini makanya kami tunggu dan saya sudah ada 7 jam disini, tuturnya dengan cemas.
Dilain tempat menejer SPBU PT putra Agung saat dikonfirmasi Intelposnews diruang kerjanya menjelaskan, membenarkan akan ada pasokan sekitar 8 ton jenis solar nanti setelah dibongkar akan disalurkan tapi akan kita jatah untuk truk besar atau Fuso Rp 500.000, truk coldisel Rp 300.000 dan kenderaan roda empat Rp 200.000, saat ditanyakan terkait dengan kebutuhan UMKM dan warga memiliki rekomendasi dari Dinas terkait untuk memproleh BBM terlihat keraguan – raguan menjawabnya, pada hal semua pekerjaan dan pendistribusian BBM melalui peraturan, seorang pemimpin harus bijaksana sesuai ketentuan sedangkan pengaman disetiap SPBU sudah ditugaskan dari POLRI dan TNI, ironisnya selama ini kenapa pihak SPBU tidak bijak menangani pelangsir BBM pada hal setiap SPBU sudah mengunakan Barcode dan CCTV. (BS)












