
Palas Intelpostnews
Setelah terjadi bencana alam diKabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Bahan Bakar Minyak (BBM) langka diSPBU dan pengecer, akibat kelangkaan BBM terimbas pada roda perekonomian masyarakat. Semenjak bencana alam terjadi ditiga Kabupaten pendistribusian BBM terputus total dari Sibolga.
Masyarakat pengguna Bahan Bakar Minyak untuk kegiatan sehari – hari mengalami penurunan, termasuk masyarakat penjual asongan dan truk pengangkut Buah Kelapa Sawit, SPBU dikabupaten Padang Lawas tidak beroperasi akibat tidak ada pasokan minyak. Petugas SPBU Almadar saat dikonfirmasi Media Intelpostnews melalui telpon selular membenarkan hingga saat ini BBM belum ada diSPBU termasuk pasokan belum datang singkatnya.
Dilain tempat warga Kecamatan Barumun Tengah Irham Lubis saat dikonfirmasi Media ini 30/11, minyak pertalay dan solar diSPBU tidak ada, saya sudah datangi, dan adapun saya dapatkan dua liter isi jeringen ini harganya dipengecer Rp. 30000 dan disitu tinggal ini, saya pekerjaannya setiap hari jualan sayur atau paralong-along, saya berharap Bupati Padang Lawas ada perhatian, tuturnya dengan muka cemas.
Dari sejumlah SPBU DiPadang Lawan mengalami kelakuan BBM sudah selayaknya Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melakukan inisiatif atau kebijakan, mengingat warga saat ini mengalami krisis BBM, perubahan yang digaungkan oleh Bupati Padang Lawas tentu adanya kebijakan-kebijakan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya semata kegiatan seremonial.(BS)












