BBM langka Pedagang Keliling Terancam Gulung Tikar

Palas Intelpostnews.

Langkanya Bahan Bakar Minyak diKabupaten Padang Lawas membuat masyarakat Rela antrian panjang diSPBU untuk berharap tengki kenderaan bisa diisi oleh petugas. Bencana alam yang terjadi di Tapanuli Selatan, Sibolga dan Tapanuli Tengah mengakibatkan putusnya pasokan BBM ke kabupaten Padang Lawas Propinsi Sumatera Utara.

Antrian panjang disejumlah SPBU dikabupaten Padang Lawas bukan lagi pemandangan hal yang langka salah satunya SPBU Al-Madar 50 dan SPBU Prima Putra Agung Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas, Selasa 16/12. Antrian sepeda motor dan mobil mengular lebih dari dua kilo meter, satu persatu kenderaan diisi petugas SPBU.

Salah satu pengemudi Imran Hasibuan saat dikonfirmasi Media Intelpostnews menuturkan, saya sudah ada dua jam ikut antrian begitu juga teman-teman yang lain, saya berharap Pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk mengatasi kelangkaan BBM diKabupaten Padang Lawas dan ini semenjak terjadi Bencana Alam diSumut pertalay dan solar sudah langka, sehari – hari saya kerja maralong-along atau jualan keliling kalau beli minyak dipengecer Rp 20000, kalau terus seperti ini bisa kami pedagang kecil tutup dan gulung tikar, tutur bapak dengan muka lesu.

Dilain tempat Salah satu petugas SPBU yang tidak mau menyebutkan namanya saat dikonfirmasi Media ini, minyak dipasok dari Dumai Propinsi Riau dan kami dijatah delapan ton setiap masuk itu pun bukan setiap hari kadang bisa empat hari baru datang tengkinya, seperti ini solar tidak ada, kami juga sangat prihatin antrian yang terjadi, tapi apa hendak dikata, untuk jeringen itu tidak diperbolehkan kecuali ada rekomendasi dari Dinas terkait. Tuturnya.

Dari kelangkaan BBM diKabupaten Padang Lawas, masyarakat berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahan Bakar Minyak jenis pertalay dan solar jatah untuk Kabupaten Padang Lawas bisa ditambah. (BS)