Opini  

Isu Permainan Politik Uang Sudah Tersebar Luas di Tengah Masyarakat

Simalungun | intelpostnews.com
Pesta demokrasi Pemilu akan diselenggarakan, 14 Februari 2024. Sejumlah jurnalis kini mengatur strategi untuk “mengintip” permainan politik uang pada pemilihan calon anggota DPRD Simalungun. Hal itu terungkap pada pertemuan kalangan jurnalis di kompleks Kantor Bupati Simalungun di Pamatangraya, Kamis (11/1/2024).

Jurnalis, Juhen Sitopu yang juga sebagai Kepala Biro media Cetak dan Online Intel Post News Kabupaten Simalungun mengatakan, isu permainan politik uang sudah tersebar luas di tengah masyarakat. Bahkan, muncul isu bahwa satu suara akan dibayar sampai Rp 300 ribu.

Bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu untuk pemilihan calon anggota DPRD Simalungun. Itu diiming-imingkan kepada masyarakat sebagai pemilih. Kita akan pantau terus,” kata Juhen.

Isu tersebut juga dibenarkan Jhon Edward Saragih dari media Jaya Pos, Jhon Hier Turnip dari media Buser Indonesia, Jon Purba dari media IBNNews .Id ,Jeslin Girsang dari media SIB dan beberapa jurnalis lainnya.

Menurut mereka, permainan politik uang atau money politics dimungkinkan bukan hanya pada pemilihan anggota DPRD Simalungun. Tapi, ikut dikawal pada pemilihan anggota DPRD Sumatera Utara, DPR RI, DPD RI dan pemilihan calon presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ada oknum tim sukses yang telah mengumpulkan foto kopi KTP dan Kartu Keluarga. Ini sangat dipertanyakan,” urainya.

Diperkirakan, proses pembayarannya dimulai sejak 2 minggu sebelum hari H Pemilu. Karenanya, kalangan jurnalis tersebut aktif turun ke lapangan untuk memantau pergerakan politik uang.

Khusus di Raya, isu itu sudah berkembang pesat. Ini menjadi atensi. Jika nanti ditemukan politik uang, kita akan beritakan di media. Semoga ke depan mendapat perhatian dari Bawaslu dan aparat penegak hukum,” ungkap Juhen.

Money politics dinilai sebagai aspek kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu. Untuk itu, masyarakat juga diharapkan ikut berperan memerangi kecurangan tersebut.

Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan yang menjadi indikator urgen untuk memudarkan berkembangnya praktik kecurangan,” pungkasnya.( Dolles Lbs )

Tinggalkan Balasan