Mobil Dinas Plat Merah Tabrak Lari, Seorang Siswa SMPN 3 Sidikalang Meninggal

Sidikalang, Dairi | Intelpostnews.com

Masih ingat peristiwa kecelakaan di depan Gudang Pupuk Jalan Pahlawan Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi yang mengakibatkan Joshmike Nalom Siregar (13) siswa SMPN 3 Sidikalang meninggal dunia, 09 Agustus 2022 sekitar pukul 19.30 WIB lalu di Rumah Sakit Umum Sidikalang.

Kronologi kejadian kecelakaan menurut cerita orang tua korban Marini dan Jimmy Siregar kepada awak media, Saat itu korban (Joshmike Nalom Siregar) boncengan dengan temannya Jonathan Sigalingging (16) naik sepeda motor Supra fit BK 6303 UM tabrakan dengan Sepeda Motor Supra X 125 BK BB 2238 YF yang dikemudikan oleh Jufriadi.Ketika Lakalantas tersebut terjadi Joshmike Nalom Siregar jatuh ke bahu jalan, tiba-tiba dari arah berlawanan dari Medan menuju Sidikalang mobil Dinas Plat Merah Toyota Hilux Double Cabin Nomor polisi BB 8105 Y, yang diketahui adalah mobil dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi menggilas korban,namun mobil dinas tersebut melarikan diri. Saat korban dilarikan warga setempat ke RSUD Sidikalang,di dalam angkot korban sampai di Rumah Sakit masih dalam keadaan sadar tapi muntah darah, namun karena kurang cepat penanganan hanya dibantu infus, kurang dari 30 menit korban tidak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia.

” Seandainya pelaku yang menabrak tidak melarikan diri, langsung menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit, besar kemungkinan korban terselamatkan, ” ujar Marini kesal.

” Saya berharap polisi membuktikan kinerja profesional dengan menyelidiki siapa saja yang ada di dalam mobil itu selain supir. Barang bukti tidak boleh dihilangkan, karena supir tidak bisa mengelak lagi setelah CCTV membuktikan bahwa dialah penabrak anak itu, ” harapnya.

Namun anehnya hingga kini petugas Polres Dairi belum menetapkan tersangka, padahal Pelaku sudah diketahui meskipun statusnya naik sidik, “tambahnya.

Saya mengharapkan keadilan dari pihak Polisi yang memang benar-benar transparan menjalani kasus ini, mungkin karena pelaku adalah dari instansi pemerintah yaitu Dinas Pertanian jadi kasus anak saya ini diabaikan, mereka setiap kali saya bertanya jawabannya selalu sama, yaitu sabar, padahal kasus ini sudah berjalan sebulan dan Pelaku sudah diketahui, namun belum ditetapkan tersangka, “Ucap Marini ibu korban sambil meneteskan air mata.

“Saya mohon kepada bapak Kapolri dan Kapolda Sumut untuk menegakkan keadilan, segera menetapkan tersangka dan cepat ditangkap, “sebutnya.

Sementara itu Jimmy Siregar ayah korban mengungkapkan kepada wartawan, meminta agar kasus yang menimpa anaknya segera diselesaikan, perkara ini telah ditangani oleh Polres Dairi dengan Laporan Polisi Nomor : LP/A /552 /VIII / 2022 /POLRES DAIRI / POLDA SUMATERA UTARA tanggal 10 Juni 2022.

Statusnya sudah sidik tapi kenapa tersangkanya tidak ditahan, sudah jelas pelaku mengakui kalau dia yang menabrak anak saya, saksi juga sudah ada yang melihat langsung, CCTV juga ada,tapi kenapa tersangka tak ditangkap,” bebernya. “Ini sudah melanggar sop dari perkap, sementara menentukan status tersangka itu ada LP ada saksi saya rasa cukup,” kata Jimmy.

Tambah Marini ibu korban meminta kepada Polri khususnya Polres Dairi agar segera untuk menindaklanjuti laporan kami, karena sampai hari ini penyidik selalu mengulur waktu.

“Proses hukum tidak terang, sementara perkara ini sudah dari lidik sudah ditingkatkan menjadi sidik sehingga harapan kami dalam waktu dekat cepat terselesaikan, kami meminta kepada penyidiknya agar untuk menentukan siapa tersangkanya, terus kalau saat kalau beberapa saat ini tidak ada penjelasannya dengan sangat berat hati kami akan melaporkan hal ini ke Propam Polda Sumatera Utara dan ke Komisi Perlindungan Anak (KPA), ” tegasnya.

Menurut Marini ibu korban pihak dari Dinas Pertanian Kabupaten Dairi selaku pelaku tidak ada itikad baik, Sudah melewati sebulan sejak peristiwa ini sebagai bentuk uang duka atas keikhlasan minta maaf dan tanggung jawab Dinas terkait belum ada,pihak terkait hanya sekali datang ke rumah menawarkan damai, dengan nominal namun kami hanya meminta proses hukum tetap berjalan, ” ujarnya.

Sementara itu Kanit Gakkum Polres Dairi AIPDA P. Aritonang saat di konfirmasi mengatakan, ” Kasus ini sudah ditangani, dan dalam proses penetapan tersangka, sementara yang di duga tersangka belum ditahan, karena sudah dijamini pihak pengacaranya untuk hal hal yang tidak diinginkan.sekarang ini masih mengumpulkan bukti bukti lain,dan secepatnya kami akan menetapkan tersangka, ” ujar Aritonang.(AJS/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.