Intelpostnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Suasana kebersamaan terasa hangat di aula kantor DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (13/12/2025), ketika jajaran pengurus RW 04 Kampung Cintasari, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, berkumpul untuk rapat kepengurusan. Hadir lengkap Ketua RW 04 Koko, Ketua RT 01 Nana Suryana, Ketua RT 02 Eron, Ketua RT 03 Denden Purwa, serta seluruh pengurus dan para kader RW. Kehadiran penuh ini mencerminkan komitmen kolektif warga dalam membangun lingkungan yang lebih tertata, aman, dan berdaya.
Pos Kamling Rampung dalam Tiga Bulan
Agenda utama rapat adalah evaluasi pembangunan pos kamling di tiga RT. Proyek ini menjadi sorotan karena rampung hanya dalam waktu tiga bulan sejak terbentuknya kepengurusan baru pasca pemilihan RW dan RT pada akhir September 2025. Pembangunan dilakukan secara swadaya, mengandalkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
Ketua RW 04 Koko menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata kekompakan warga. “Terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga yang menyumbangkan tenaga, pikiran, dan dana sehingga pos kamling terealisasi dengan baik. Semoga menjadi amal ibadah dan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujarnya.
Dewan Penasihat RW 04, Dadan, S.Pd., menambahkan bahwa pos kamling bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan. “Pos kamling adalah sarana menjaga keamanan sekaligus mempererat silaturahmi. Mari kita rawat hasil pembangunan ini dengan penuh tanggung jawab. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pengurus, melainkan kewajiban kita semua,” katanya.
Pos kamling kini diharapkan menjadi pusat koordinasi keamanan, tempat warga berkumpul, sekaligus penguat solidaritas antar-RT.
Posyandu Rusak, Renovasi Mendesak
Selain membahas keamanan, rapat juga menyoroti kondisi posyandu Kampung Cintasari yang dinilai tidak layak. Atap dan langit-langit bangunan rapuh, membahayakan aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Meski pengajuan perbaikan telah dilakukan beberapa kali, perhatian dari Pemerintah Desa belum kunjung datang.
Melihat urgensi tersebut, pengurus RW 04 sepakat menggalang dana swadaya masyarakat dengan target Rp5 juta. Dana ini akan digunakan untuk merenovasi posyandu agar kembali berfungsi optimal sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar.
Respons Pemerintah Desa
Kepala Desa Singasari, Kuroni, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, menjelaskan bahwa Dana Desa tahun 2026 sudah ditetapkan melalui Musrenbang. Menurutnya, rehabilitasi posyandu sebenarnya sempat masuk dalam prioritas, namun masyarakat lebih mendahulukan pembangunan TPT makam. “Untuk rehabilitasi posyandu hanya sekitar Rp10 juta. Mudah-mudahan bisa menggunakan dana dari sumber lain seperti bantuan provinsi, karena posyandu sangat urgent,” ungkapnya.
Pernyataan ini menunjukkan adanya dilema dalam pengelolaan anggaran desa: antara kebutuhan kesehatan masyarakat dan pembangunan fasilitas lain yang dianggap mendesak.
Harapan ke Depan
Dengan pos kamling yang sudah berdiri di setiap RT, pengurus RW 04 berharap keamanan lingkungan semakin terjaga. Sementara itu, rencana renovasi posyandu menjadi simbol kepedulian warga terhadap kesehatan masyarakat. Semangat swadaya yang ditunjukkan warga Kampung Cintasari mencerminkan kuatnya budaya gotong royong di tengah keterbatasan dukungan anggaran desa.
Rapat ini menegaskan bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. RW 04 Kampung Cintasari kini menatap masa depan dengan harapan: lingkungan yang aman, sehat, dan penuh keberkahan.

















