Medan | intelpostnews.com
Dalam balutan zikir dan kebersamaan, seluruh santri dan santriwati Fatwa Kehidupan Sub Majelis Wilayah Medan memperingati Hari Ulang Tahun ke-13 Jabung Paramitapura. Agenda sakral itu digelar di Rumah Pengajian Al-Manar, Jalan Mutiara XVII, Komplek BSD Pantai Rambung, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Minggu (23/8/2026) pukul 15.30 WIB hingga selesai.
Acara diawali dengan zikir jahar rutinan selama kurang lebih 1,5 jam. Tradisi yang biasanya digelar setiap Sabtu malam ini sengaja dimajukan ke hari Minggu, bertepatan dengan momentum peringatan berdirinya Jabung Paramitapura yang juga dikenal sebagai “Istana Halilintar”.
Napak Tilas Jepara, Menjaga Akar Sejarah
Sebelum pemotongan nasi tumpeng, Ketua Santri Fatwa Kehidupan (SanFK), Dedek Juliansyah, mengurai kembali sejarah awal berdirinya Jabung di Jepara, Jawa Tengah.
Menurutnya, pada 18 Agustus 2013, para santri Fatwa Kehidupan secara kolektif menempati Jabung untuk pertama kalinya. Tanah dan bangunan tersebut terwujud dari hasil penggalangan dana gotong royong para santri, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
“Jabung bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah simbol awal perjalanan, titik nol perjuangan SanFK. Karena itu tradisi memperingati HUT ini harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan guru besar kita,” tegas Dedek.
Silaturahmi sebagai Kekuatan Majelis
Senada, Ketua Sub Mawil Medan, Solohin Nasution, menyampaikan harapan agar peringatan HUT ini menjadi momentum penguatan ukhuwah antar-sedulur.
“Semoga peringatan ini menjadi titik balik bagi Majelis Fatwa Kehidupan. Jabung adalah tonggak awal yang dibangun oleh Guru Besar kita, Syekh Muhammad Zuhri. Ke depan, mari kita semakin merapatkan barisan dan memperluas kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan makan bersama seluruh santri yang hadir dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Peringatan ke-13 ini bukan hanya seremonial tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa dari sebuah rumah di Jepara, semangat Fatwa Kehidupan terus menjalar, menumbuhkan jaringan pengabdian hingga ke Medan dan wilayah lainnya. (Red)













