Teluk Barak | intelpostnews.com
Sebuah daerah di Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, telah menghadapi banjir tahunan selama 34 tahun. Setiap musim penghujan, air Sungai Kapuas meluap dan merendam permukiman warga setempat, termasuk empat RT di Jalan Kalimantan. Situasi ini telah menyebabkan banyak kerugian dan ketidaknyamanan bagi warga setempat.
Amy Dar, seorang warga Teluk Barak, menyatakan kekhawatirannya dan mengungkapkan kekecewaan atas kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu. “Selama 34 tahun, tidak ada perhatian dari Pemkab terhadap masalah banjir ini. Setiap kali hujan deras, air sungai meluap dan merendam rumah-rumah kami,” ujarnya.
Warga Jalan Kalimantan, khususnya di daerah Teluk Barak, sangat terdampak oleh banjir ini. Mereka berharap Pemkab segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. “Kami sangat membutuhkan perhatian dan tindakan dari Pemda untuk mengatasi banjir yang telah menghantui kami selama puluhan tahun,” tambah Amy Dar.
Selama bertahun-tahun, warga Teluk Barak telah mengalami kerugian material dan emosional yang signifikan akibat banjir tahunan ini. Setiap kali hujan deras, mereka harus menghadapi banjir yang merendam rumah, merusak barang-barang, dan mengancam keselamatan mereka. Selain itu, banjir juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga.
“Kami berharap ada solusi permanen dari Pemkab untuk mengatasi masalah banjir ini. Pembangunan infrastruktur yang memadai, seperti tanggul atau sistem drainase yang baik, sangat diperlukan untuk melindungi permukiman kami dari banjir,” kata Amy Dar.
Warga Teluk Barak juga berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan. “Kami siap bekerja sama dengan Pemkab untuk mencari solusi terbaik bagi masalah banjir ini. Kami berharap ada perhatian yang serius dan tindakan nyata dari pemerintah,” tegas Amy Dar.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, warga Teluk Barak berharap Pemkab Kapuas Hulu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi banjir tahunan yang telah berlangsung selama 34 tahun ini. Mereka mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk melindungi permukiman mereka dari ancaman banjir yang terus berulang.


















