Simalungun | IntelpostNews.Com
Bertempat di balai pertemuan kantor camat Sidamanik Kabupaten Simalungun telah dilaksanakan sosialisasi untuk yang ke tiga kalinya Optimalisasi Lahan kebun Teh Sidamanik ke Sawit yang dihadiri oleh Komisi I DPRD Simalungun, Pihak PTP Nusantara-IV, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Simalungun, Camat Sidamanik, Camat Dolok Pardamean,dan Camat Panei,para Pangulu/Kepala Desa sekitar perkebunan, Forkompinca Sidamanik dan tokoh-tokoh masyarakat sekitar perkebunan,Selasa,12-08-2025.
Acara sosialisasi Optimalisasi Lahan Teh Ke Sawit diawali dengan penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Simalungun; dimana pihak PTP Nusantara-IV telah mengajukan permohonan untuk optimalisasi lahan Teh Ke Sawit tersebut. Intinya setiap kegiatan usaha harus ada izin lingkungan,guna mengantisipasi hal-hal yang berdampak negatif.Dan ini sudah dilakukan pengujian oleh konsultan yang sudah berpengalaman.Dimana juga ada kesanggupan pihak PTP Nusantara-IV untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan.
General Manager kebun Teh Raja.S.Damanik dalam penjelasannya mengatakan bahwa ini sosialisasi yang ke tiga kalinya yang dilakukan pihak PTP Nusantara-IV dengan masyarakat, yang bertujuan untuk tukar pendapat, sharing-sharing dengan adanya optimalisasi lahan Teh yang telah di bero kan puluhan tahun yang direncanakan akan ditanami Kelapa Sawit.Rencana awal nya akan kita optimalisasi lahan Teh ke Sawit seluas 155 ha, tetapi di areal Bah Biak ada 25 ha yang tidak jadi kita tanami, mengingat diareal itu ada sumber air untuk masyarakat.Oleh karenanya dengan pertemuan ini kita harapkan masukkan dari tokoh -tokoh masyarakat, apa-apa yang harus kami kerjakan untuk mengantisipasi hal-hal yang timbul di lingkungan masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab yang dilontarkan oleh beberapa orang tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat,senada mengatakan bahwa mereka tidak setuju dilaksanakan optimalisasi lahan Teh Ke Kelapa Sawit.
Marsudin Damanik,72 tahun, salah seorang tokoh masyarakat Sidamanik yang sangat menolak Optimalisasi Lahan ini.” Saya sangat prihatin sekali dengan Optimalisasi Lahan ini.Ini hanya memperhalus kalimat saja, dari konversi ke optimalisasi.Tahun 2011 kami masyarakat sudah menolak konversi teh ini ke sawit.Karena fakta dilapangan dengan adanya rencana konversi tahun 2011 yang lalu sudah terjadi banjir yang sampai membawa korban anak-anak meninggal dunia karena banjir.Tolong dengarlah jeritan kami masyarakat ini pak Dewan yang terhormat “,ucapnya memelas.
Jadiaman Damanik, Anggota DPRD Simalungun dari Partai Perindo dalam statemennya mengatakan :” Bahwa pertemuan hari ini bukan lah pertemuan sandiwara sebagaimana yang bapak bapak ragukan.Kami sebagai wakil bapak-bapak akan membuat rekomendasi yang berpihak kepada rakyat.Kalau perlu akan kami pansus kan.Dan sekali lagi kami akan berpihak kepada rakyat, karena rakyat yang berdaulat.Oleh karenanya kepada pihak PTP Nusantara-IV, diminta proyek yang dikerjakan saat ini untuk di-stop dahulu “, ungkapnya yang disambut gemuruh, tepuk tangan peserta sosialisasi.
Pertemuan diakhiri dengan kesimpulan bahwa DPRD kabupaten Simalungun akan melakukan evaluasi yang mendalam.Oleh karenanya kepada Dinas lingkungan hidup kabupaten Simalungun dimintakan untuk segera menyerahkan hasil kajian yang telah diajukan pihak PTP Nusantara-IV, untuk segera dibahas dalam rapat dewan.(R1/UM)
















