Simalungun | IntelpostNews.Com
Pagi-pagi masyarakat Nagori Bahliran Siborna Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun digegerkan dengan adanya penangkapan yang diduga pemakai Narkoba oleh warga,Kamis,14-08-2025.
Peristiwa itu bermula adanya dua orang warga yang berinisial JS dan R yang menggunakan mobil Avanza BK 1249 OW istirahat untuk sarapan pagi disalah satu warung milik Subur.Tiba-tiba R (22 thn) masuk ke teras rumah Dedek Iskandar dan mengaku-ngaku bahwa istri Dedek Iskandar adalah kakaknya.Melihat R seperti orang mabuk yang mengaku-ngaku kakaknya,Pita menelpon Dedek Iskandar suaminya bahwa ada orang mabuk yang mengaku-ngaku kakaknya.Mendengar kabar itu, Dedek Iskandar segera pulang dan mendapati R memang diduga sedang dalam keadaan mabuk.
Melihat hal ini,JS yang mengaku sebagai supir Grap meninggalkan warung dan menuju ke mobil Avanza BK 1249 OW yang mereka bawa.Tetapi sebelum JS menjalankan mobilnya, salah seorang warga yang berinisial S menghadang mobilnya tersebut, dan menahan kunci kontaknya.Setelah itu masyarakat yang berdatangan melihat di tempat kejadian, menganjurkan S untuk memeriksa isi mobilnya.Ternyata didalam mobil sudah berserakan serbuk warna putih yang diduga Sabu.Masyarakat semakin curiga dan akhirnya memeriksa R.Ternyata dari saku R didapati ektasi sebanyak 4,5 butir,sabu siap pakai di dalam plastik, beberapa ratus ribu Wang tunai, satu buah jam tangan yang sudah berantakan dan sebungkus rokok gudang garam filter.
Mengingat semakin banyaknya massa yang hadir dan menyangkut barang haram Narkoba,maka Rulandri Sekretaris Nagori Bahliran Siborna menelpon Polsek Panei.Dan dalam waktu singkat Sat Reskrim Polsek Panei turun ke Tempat Lokasi Kejadian dan membawa para tersangka ke Polsek Panei beserta barang bukti yang didapat dilapangan.
Dari beberapa orang tokoh masyarakat Bahliran Siborna yang tidak bersedia disebutkan namanya, menduga mungkin akan ada transaksi jual beli narkoba di Bahliran Siborna.Karena mereka tanda tanya kenapa mereka istirahat sarapan di warung Subur itu.” Mungkin mereka sudah ada janji dengan pengedar di kampung ini “, ucapnya.
Bagaimana kelanjutan kasus ini, akan terus kita ikuti.(R1/UM)
















