Intelpostnews.com | Tasikmalaya, Jawa Barat– SMP Negeri 1 Ciawi kembali menorehkan capaian membanggakan melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026. Empat siswanya berhasil meraih juara I pada sejumlah kategori perlombaan dan berhak melaju untuk mewakili Kabupaten Tasikmalaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 1 Ciawi. Dari enam peserta yang berhasil melaju ke tingkat provinsi, empat di antaranya berasal dari sekolah tersebut. Capaian ini sekaligus menunjukkan potensi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan melestarikan budaya Sunda.
Kepala SMPN 1 Ciawi, Euis Nurmanah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan yang diraih para siswa. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dukungan berbagai pihak dalam mendampingi siswa mengembangkan kemampuan dan bakat mereka.
“Alhamdulillah, dari enam peserta yang masuk ke tingkat provinsi, empat di antaranya berasal dari SMPN 1 Ciawi. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami semua. Kami bersyukur anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih hasil yang membanggakan. Semoga pada tingkat provinsi nanti mereka dapat kembali memberikan yang terbaik dan membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Euis Nurmanah, Jumat (9/10/2026).
Adapun empat siswa SMPN 1 Ciawi yang berhasil meraih juara I sekaligus melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat, yakni Wilman Fauzi, Badra Widagda, Lais Sava Arsakha, dan Sopvia Nuraeni. Keempatnya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik pada kategori perlombaan yang berbeda dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten Tasikmalaya.
Wilman Fauzi berhasil meraih juara I Biantara Putra. Dalam kategori ini, peserta dituntut memiliki kemampuan menyampaikan gagasan melalui pidato berbahasa Sunda secara runtut, jelas, dan komunikatif. Penguasaan materi, keterampilan berbahasa, serta kepercayaan diri menjadi bagian penting dalam penampilan peserta.
Sementara itu, Badra Widagda menorehkan keberhasilan sebagai juara I Nulis Carpon Putra. Kategori menulis cerita pendek berbahasa Sunda tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, mengolah gagasan, dan menuangkan imajinasi dalam bentuk karya sastra. Capaian Badra menunjukkan bahwa bahasa Sunda dapat terus menjadi media ekspresi dan kreativitas bagi generasi muda.
Capaian berikutnya diraih Lais Sava Arsakha yang berhasil menjadi juara I Aksara Sunda Putra. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan mempertahankan penggunaan aksara Sunda sebagai warisan budaya daerah. Penguasaan aksara Sunda tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga pemahaman terhadap salah satu identitas budaya masyarakat Sunda.
Adapun Sopvia Nuraeni berhasil meraih juara I Ngadongeng Putri. Melalui kategori mendongeng berbahasa Sunda, peserta dituntut mampu menyampaikan cerita secara menarik dengan mengandalkan penghayatan, ekspresi, intonasi, dan penguasaan bahasa. Keberhasilan Sopvia memperlihatkan bahwa tradisi mendongeng tetap dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Keberhasilan keempat siswa tersebut menjadi catatan tersendiri bagi SMPN 1 Ciawi. Tidak hanya berhasil meraih gelar juara pertama, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi dan membawa nama Kabupaten Tasikmalaya di ajang yang lebih tinggi.
Euis Nurmanah berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta berani mengikuti berbagai kompetisi. Ia juga berharap capaian tersebut dapat mendorong peserta didik lainnya untuk menggali potensi diri sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan siswa tidak terlepas dari kerja sama antara sekolah, guru pembimbing, orang tua, dan peserta didik itu sendiri. Pendampingan dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa agar mampu tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik.
Lebih dari sekadar meraih gelar juara, keikutsertaan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu juga memiliki makna penting dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi ruang untuk mengenal, menggunakan, dan mengembangkan bahasa Sunda melalui berbagai bidang, mulai dari pidato, penulisan cerita pendek, penguasaan aksara, hingga seni mendongeng.
Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pola komunikasi generasi muda, upaya menjaga keberadaan bahasa ibu menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan FTBI diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Sunda sekaligus membangun kesadaran bahwa bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan empat siswa yang melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat, SMPN 1 Ciawi berharap dapat kembali menorehkan hasil terbaik. Wilman Fauzi, Badra Widagda, Lais Sava Arsakha, dan Sopvia Nuraeni diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Tasikmalaya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan potensi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian budaya. SMPN 1 Ciawi pun berharap semangat para siswa dalam berkompetisi dan mencintai bahasa ibu terus tumbuh, sehingga lahir generasi muda yang berprestasi sekaligus bangga terhadap warisan budaya daerahnya.

















