Batam | intelpostnews.com
Praktik perjudian berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) di kawasan pusat perbelanjaan Top 100 Tembesi, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Kali ini, publik dikejutkan dengan terungkapnya peran sentral seorang ibu rumah tangga berinisial Purida yang disebut-sebut sebagai koordinator, bahkan dijuluki “Buk RT” Gelper karena mengoordinasikan aktivitas di enam kecamatan. (12/7/2026)
Berdasarkan investigasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Gelper yang berlokasi strategis di Mall Top 100 Tembesi, Kecamatan Sagulung, selama ini beroperasi dengan modus yang terstruktur. Para pemain diwajibkan membeli koin dengan tarif tertentu, dan kemenangan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai langsung, melainkan voucher atau rokok yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang di lokasi yang telah ditentukan.
Peran ‘Bu RT’ Purida
Nama Purida mencuat sebagai aktor penting di balik jaringan ini. Ia dijuluki “Bu RT” dan diduga bertindak sebagai penghubung atau koordinator untuk mengamankan operasional Gelper di wilayah Sagulung dan sekitarnya. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa Purida menjadi koordinator untuk enam kecamatan.
Masyarakat dan pengamat menilai keterlibatan sosok seperti Purida semakin memperjelas adanya dugaan aliran dana besar yang mengalir ke pihak-pihak tertentu untuk melindungi praktik ini. Hal ini juga yang menyebabkan aktivitas perjudian di tempat tersebut bisa berlangsung bebas tanpa digerebek aparat penegak hukum (APH).
Situasi di Lapangan
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tempat tersebut dipadati oleh pria dan wanita dewasa, bahkan tidak jarang anak-anak yang turut bermain. Keberadaan Gelper ini dinilai sangat meresahkan, terutama karena kerap membuat warga kehilangan penghasilan hingga memicu pertengkaran rumah tangga.
Desakan Tindakan Tegas
Maraknya kasus ini mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mendesak aparat penegak hukum, mulai dari Polresta Barelang hingga Polda Kepri, agar bertindak tegas. Mereka mendesak agar praktik perjudian yang merusak moral generasi muda ini segera dibongkar sampai ke akar-akarnya, termasuk mengusut tuntas jaringan yang melibatkan oknum koordinator seperti Purida. (Nando)













