BUKITTINGGI — Tokoh muda Bukittinggi-Agam sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII ) Kabupaten Agam, Riyan Permana Putra, menyampaikan apresiasi atas diresmikannya Pusat Kolaborasi Medis Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi yang bekerja sama dengan Putra Specialist Hospital Melaka, Malaysia, Jumat (14/8/2026).
Menurut Riyan, kerja sama tersebut merupakan langkah positif dan strategis karena memberikan kemudahan bagi masyarakat Sumatera Barat yang membutuhkan layanan kesehatan spesialistik di luar negeri.
“Ini sebuah terobosan yang patut diapresiasi. Masyarakat Sumatera Barat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan spesialistik ke Melaka kini memiliki akses dan pintu layanan yang lebih jelas melalui UFDK Bukittinggi,” ujar Riyan.
Fort de Kock, Permata Indah Bukittinggi
Riyan menilai keberadaan UFDK memiliki arti yang jauh lebih luas bagi Kota Bukittinggi. Menurutnya, UFDK bukan hanya institusi pendidikan, tetapi telah menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia, kesehatan dan perekonomian kota.
“Bagi saya, ini menjadi bukti bahwa Fort de Kock adalah permata indah dari Bukittinggi, sebuah institusi yang sangat berharga bagi generasi muda dan memiliki kontribusi nyata dalam menghidupkan ekonomi kota,” tegasnya.
Bahkan, Riyan menyebut Fort de Kock sebagai salah satu kampus terbaik, bahkan kampus terbaik di Sumatera Barat yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda berkualitas.
“Kalau berbicara tentang pendidikan tinggi di Sumatera Barat, saya melihat Fort de Kock memiliki posisi yang sangat istimewa. Saya berani mengatakan Fort de Kock adalah kampus terbaik di Sumatera Barat, terutama dari keberaniannya membangun jejaring, mengembangkan pendidikan dan membuka akses pengalaman internasional bagi mahasiswa,” ujar Riyan.
Menurutnya, predikat tersebut harus dibuktikan melalui kerja nyata, inovasi, kualitas pendidikan, jejaring internasional dan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Ukuran kampus terbaik bukan hanya gedungnya, tetapi bagaimana kampus tersebut melahirkan sumber daya manusia, membuka peluang bagi generasi muda, membangun kerja sama internasional dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Fort de Kock menunjukkan arah ke sana,” katanya.
Menghidupkan Ekonomi Kota
Riyan juga menilai keberadaan perguruan tinggi seperti UFDK memberikan efek ekonomi yang besar bagi Bukittinggi.
Aktivitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, kegiatan akademik, kerja sama nasional dan internasional hingga kunjungan berbagai pihak turut menggerakkan sektor transportasi, kuliner, penginapan, perdagangan dan usaha masyarakat.
“Ketika kampus berkembang, ekonomi kota juga ikut bergerak. Ada mahasiswa yang tinggal di Bukittinggi, makan di sini, menggunakan transportasi lokal, berbelanja dan beraktivitas di tengah masyarakat. Karena itu, kampus seperti Fort de Kock memiliki multiplier effect yang besar bagi perekonomian Bukittinggi,” jelasnya.
Menurut Riyan, semakin luas jejaring internasional UFDK, semakin besar pula peluang Bukittinggi mendapatkan manfaat ekonomi dan reputasi sebagai kota pendidikan.
“Ini bukan hanya tentang Fort de Kock. Ini tentang Bukittinggi. Ketika Fort de Kock semakin maju dan dikenal secara nasional maupun internasional, nama Bukittinggi juga ikut terangkat,” katanya.
Modal Besar bagi Generasi Muda
Riyan mengapresiasi kerja sama UFDK dengan Putra Specialist Hospital Melaka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, termasuk melalui program magang mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman internasional tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda Sumatera Barat dalam menghadapi persaingan global.
“Generasi muda kita harus diberi kesempatan untuk melihat dunia. Mereka harus memiliki pengalaman internasional, kemampuan beradaptasi dan jaringan yang luas. Kerja sama seperti ini merupakan investasi sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik rencana penggunaan sistem digital yang memungkinkan masyarakat yang mendaftar melalui UFDK terkoneksi dengan pihak rumah sakit di Melaka.
“Ini memberikan kemudahan dan rasa aman bagi pasien maupun keluarga pasien, terutama masyarakat yang baru pertama kali mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia,” katanya.
Pemerintah Diminta Terus Mendukung
Riyan turut mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi terhadap kolaborasi tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan ruang dan dukungan kepada perguruan tinggi di Sumatera Barat untuk memperluas kerja sama internasional.
“Pemerintah harus melihat kampus-kampus yang aktif membangun jejaring internasional sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Kita ingin semakin banyak anak muda Sumatera Barat yang mendapatkan pengalaman dan kesempatan berkelas internasional,” katanya.
Riyan berharap Pusat Kolaborasi Medis UFDK Bukittinggi tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi berkembang menjadi pusat layanan dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga ini menjadi awal dari semakin besarnya kontribusi Fort de Kock bagi Bukittinggi. Pendidikan berkembang, jejaring internasional semakin luas, masyarakat mendapatkan kemudahan layanan, dan ekonomi kota ikut bergerak,” ujarnya.
“Fort de Kock adalah permata indah Bukittinggi, berharga bagi generasi muda, dan salah satu kekuatan penting yang menghidupkan ekonomi kota. Kita harus bangga, mendukung dan mendorong Fort de Kock untuk terus menjadi kampus terbaik di Sumatera Barat serta semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional,” pungkas Riyan.(*)












