Bukittinggi – Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai persaingan antarpartai, pemandangan berbeda justru terlihat di Kota Bukittinggi. Hubungan yang hangat, penuh komunikasi, dan saling menghormati terjalin antara DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Bukittinggi dan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bukittinggi.
Momen tersebut kembali terlihat ketika Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan kembali sebagai Ketua DPC Kota Bukittinggi untuk masa bakti 2026–2031. Kabar tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Bukittinggi, Dr (c). Riyan Permana Putra, S.H., M.H.
Bagi Riyan, terpilihnya kembali Andre Kresna bukan sekadar agenda internal sebuah partai politik. Lebih dari itu, hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan demokrasi lokal yang patut diapresiasi oleh seluruh elemen politik di Kota Bukittinggi.
“Atas nama keluarga besar Perindo Kota Bukittinggi, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Saudara Andre Kresna yang kembali dipercaya memimpin PKB Kota Bukittinggi. Semoga amanah ini membawa kemajuan bagi partai, masyarakat, dan Kota Bukittinggi,” ujar Riyan.
Ucapan tersebut bukanlah formalitas politik semata. Di kalangan aktivis dan pengamat politik lokal, hubungan antara Perindo Bukittinggi dan PKB Bukittinggi memang dikenal cukup dekat. Meski berada di kendaraan politik yang berbeda, komunikasi antara kedua partai berjalan dengan baik dalam berbagai momentum sosial, kemasyarakatan, maupun diskusi mengenai pembangunan daerah.
Riyan secara terbuka mengakui bahwa hubungan personal dan kelembagaan antara Perindo dan PKB di Bukittinggi selama ini terjalin sangat baik. Bahkan, meskipun Perindo saat ini belum memiliki kursi di DPRD Kota Bukittinggi, komunikasi politik dengan PKB tetap berlangsung intens dan penuh rasa saling menghormati.
Menurutnya, politik daerah tidak boleh hanya dipandang sebagai arena kompetisi untuk merebut kekuasaan. Politik juga harus menjadi ruang untuk membangun persahabatan, memperkuat persatuan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Perbedaan warna partai tidak boleh memutus silaturahmi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kekuatan politik dapat berkontribusi untuk kemajuan Bukittinggi. Kami dan PKB memiliki hubungan yang sangat dekat dan selama ini selalu menjalin komunikasi yang baik,” ungkapnya.
Kedekatan tersebut dinilai menjadi contoh positif bagi kehidupan politik lokal. Di saat banyak daerah diwarnai polarisasi politik yang tajam, para tokoh partai di Bukittinggi justru menunjukkan bahwa persaingan politik dapat berjalan berdampingan dengan persahabatan dan rasa saling menghormati.
Kembalinya Andre Kresna memimpin PKB Bukittinggi juga dipandang sebagai momentum penting bagi partai tersebut untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029. Dengan pengalaman yang dimiliki serta dukungan dari kader dan simpatisan, PKB diharapkan mampu meningkatkan peran politiknya di Kota Bukittinggi.
Di sisi lain, Perindo Bukittinggi di bawah kepemimpinan Riyan Permana Putra juga terus melakukan penguatan organisasi dan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, advokasi hukum, dan pendidikan politik.
Meski memiliki target dan strategi politik masing-masing, hubungan baik antara kedua partai menunjukkan bahwa kepentingan masyarakat tetap dapat ditempatkan di atas kepentingan golongan.
Bagi banyak kalangan, hubungan antara Riyan Permana Putra dan Andre Kresna menjadi simbol bahwa politik tidak selalu identik dengan pertentangan. Di Bukittinggi, politik juga dapat menjadi jembatan persahabatan, ruang kolaborasi, dan sarana membangun daerah secara bersama-sama.
Menjelang Pemilu 2029, dinamika politik tentu akan semakin kompetitif. Namun satu hal yang tampaknya tetap terjaga, yakni semangat persaudaraan dan komunikasi yang telah terbangun antara Perindo dan PKB Bukittinggi. Sebuah hubungan yang memperlihatkan bahwa dalam politik, menjadi kompetitor tidak harus kehilangan rasa hormat dan persahabatan. Bahkan, keduanya dapat berjalan beriringan demi satu tujuan yang sama: kemajuan Kota Bukittinggi.(Tim)












